Sedikit Mengenai Feminis(me)

Konsep feminis mulai dirancang sedemikian rupa sehingga membuat perempuan berdiri sama tinggi dengan laki-laki. Namun konsep kesetaraan hak tidak lain muncul dari konsep liberalisme. Konseptualisasi feminis banyak mengadopsi model filsafat modern salah satunya universalisme. Penekanan pada persamaan atau universalisme membuat feminis melupakan konsep perbedaan dan pencarian terhadap esensialisme perempuan membuat feminis terjebak dalam logosentris dan […]

Sedikit Mengenai Feminis(me) Read More »

Rumah yang Istimewa

Sahabat, bukankah Rumah adalah sebuah tempat yang istimewa bagi penghuninya? Ya, Rumah yang nyaman adalah tempat pulang terbaik bagi pemiliknya. Tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adalah suatu tempat pembangunan peradaban. Sahabat, kali ini akan kuperkenalkan sebuah rumah di pelosok desa. Sebuah rumah yang menghadap ke utara. Ini rumah orang Jawa pada umumnya yang

Rumah yang Istimewa Read More »

Cepat Bosan

Pernah suatu ketika mendapati seorang senior se-almamater di kampus mengeluhkan ketika mendengar cerita, yakni keluhan seorang istri yang suaminya cepat bosan. Maksudnya cepat bosan pada pekerjaannya. Baru kerja beberapa bulan, resign, lalu cari lagi. Di masa mencari, pasti ada jeda waktu untuk berhenti alias nganggur. Begitu terus menerus terjadi. Berkali-kali. Rasa-rasanya seperti tak ada daya

Cepat Bosan Read More »

Tentang Mimpi

“Orang seperti kita itu hanya punya mimpi Boy!” Pagi ini saya teringat dengan pesan Arai dalam tetralogi Laskar Pelangi anggitan Andrea Hirata. Saya sendiri lupa sebenarnya, kalimat ini diucapkan dalam buku pertamanya (Laskar Pelangi) atau di buku keduanya (Sang Pemimpi), atau malah di dua buku lainnya. Pesan Arai mengingatkan kepada kita yang memiliki banyak keterbatasan

Tentang Mimpi Read More »

Korelasi Filosofi Stoisisme (Filosofi Kebahagiaan) dan Pertanyaan “Mas Kapan Nikah?”

Oleh: Azi Wansaka/azionesaka@gmail.com Judul ini berawal dari sebuah pertanyaan singkat dari dua orang staff di organisasi yang sempat masih saya emban beberapa bulan yang lalu. Obrolannya singkat, tapi memberi banyak renungan dan pembelajaran mengenai bahwa tiap manusia punya kehidupan yang rumit sekali. Pertanyaan tersebut seputar topik “Mas kapan nikah?”. Tak tanggung-tanggung pertanyaan tersebut ditanyakan pada

Korelasi Filosofi Stoisisme (Filosofi Kebahagiaan) dan Pertanyaan “Mas Kapan Nikah?” Read More »

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah (3)

“Menggebunya tekad tidak akan mampu mengoyak takdir.” (Ibnu Athaillah As-Sakandari) *** Kalimat ini sebenarnya sudah jelas. Lebih tepatnya: singkat, padat, dan jelas. Persoalan takdir adalah persoalan keimanan. Ia adalah bagian dari rukun iman. Sampai sini selesai. Kalimat di atas menjelaskan bahwa sehebat apapun tekad kita berusaha, seatraktif apapun kita dalam mencapai sesuatu, jika Allah tidak

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah (3) Read More »

Ketenangan

Kesibukan kita selaku manusia di dunia pada akhirnya membawa kita pada suatu titik pencarian: ketenangan. Ketenangan bisa kita definisikan dalam beragam makna dan aspek. Namun jika ditarik sampai ujung, ternyata ketenangan tetap ada di dalam batin kita. Letak akhirnya tetap ada di dalam hati. Dengan begitu, upaya untuk mencari ketenangan di tengah kesibukan adalah dengan

Ketenangan Read More »

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah #2

“Keinginanmu untuk tajrid padahal Allah menempatkanmu pada maqam asbab adalah bagian dari syahwat yang samar, sedangkan keinginan kepada sebab-sebab padahal Allah menempatkanmu di maqam tajrid adalah penurunan dari cita-cita yang luhur.” (Ibnu Athaillah as-Sakandari) Tajrid bisa kita sederhanakan dengan meninggalkan semua urusan dunia(wi) dan hanya (melulu memikirkan) beribadah. Maqam asbab atau sebab-sebab dalam kalimat di

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah #2 Read More »

Balada Guru Muda #1

Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa Balada merupakan sajak sederhana yang mengisahkan cerita rakyat yang mengharukan, kadang-kadang dinyanyikan, kadang-kadang berupa dialog. Lalu, apa itu sajak? Dalam KBBI, Sajak adalah bentuk karya sastra yang teratur dan terikat dalam baris-barisnya. Ok, sampai sini paham? Kalau belum paham, rekan sekalian bisa mengingat puisi yang sering dibacakan oleh Najwa

Balada Guru Muda #1 Read More »

Jalan Beriringan

Kebaikan bergerak dan masif disebar-luaskan. Begitu pula sebaliknya, kekufuran pun terus bergerak. Bahkan mungkin saja dalam satu jalur yang sama. Menaiki gerbong yang serupa. Tak jarang saling menyapa tanpa tahu beda antar keduanya. Kebaikan dan kekufuran terus berjalan sesuai misinya. Tak kenal bosan meski lelah. Semangat pengusung keduanya terus mengelora. Tak goyah diterjang badai. Tak

Jalan Beriringan Read More »