Tasawuf

Yang Sulit Dilakukan

Menerima segala konsekuensi dan berprasangka positif pada sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang sulit. Kita mungkin bisa mengatakan itu secara teori namun belum tentu dalam praktiknya. Ikhlas, “Ikhlasin aja” begitulah kata orang-orang ketika menasihati temannya yang dalam kesusahan –mungkin sangat mudah kita katakan secara gamblang tapi nyatanya selalu mempunyai gejolak tersendiri dalam diri. Tapi apa […]

Yang Sulit Dilakukan Read More »

Yang Hilang Tak Pernah Kembali

Sibuk adalah sebuah realita yang mungkin dihadapi setiap orang di masa kini. Namun, bukan berarti orang terdahulu tidak mempunyai kesibukan yang sama padatnya seperti kita saat ini. Mereka justru tetap produktif berkarya di tengah kesibukannya. Meskipun mempunyai kesibukanya layaknya kita hari ini. Pertanyaannya adalah kenapa mereka tetap bisa produktif? Kalau membaca kisah para ulama dan

Yang Hilang Tak Pernah Kembali Read More »

Mematikan Data Seluler

Gadget yang kita pegang saat ini adalah sesuatu yang penting, khususnya untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Karena saking “pentingnya” terkadang malah membuat kita terlena. Terlena akan sesuatu yang lebih penting yakni berkaitan dengan kekhusyuan sholat. Kenapa berkaitan dengan kekhusyuan sholat? Saya menulis ini pun mungkin karena pengalaman sholatnya tak khusyu’ gara-gara teringat sesuatu pesan whatsapp.

Mematikan Data Seluler Read More »

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah (3)

“Menggebunya tekad tidak akan mampu mengoyak takdir.” (Ibnu Athaillah As-Sakandari) *** Kalimat ini sebenarnya sudah jelas. Lebih tepatnya: singkat, padat, dan jelas. Persoalan takdir adalah persoalan keimanan. Ia adalah bagian dari rukun iman. Sampai sini selesai. Kalimat di atas menjelaskan bahwa sehebat apapun tekad kita berusaha, seatraktif apapun kita dalam mencapai sesuatu, jika Allah tidak

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah (3) Read More »

Ketenangan

Kesibukan kita selaku manusia di dunia pada akhirnya membawa kita pada suatu titik pencarian: ketenangan. Ketenangan bisa kita definisikan dalam beragam makna dan aspek. Namun jika ditarik sampai ujung, ternyata ketenangan tetap ada di dalam batin kita. Letak akhirnya tetap ada di dalam hati. Dengan begitu, upaya untuk mencari ketenangan di tengah kesibukan adalah dengan

Ketenangan Read More »

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah #2

“Keinginanmu untuk tajrid padahal Allah menempatkanmu pada maqam asbab adalah bagian dari syahwat yang samar, sedangkan keinginan kepada sebab-sebab padahal Allah menempatkanmu di maqam tajrid adalah penurunan dari cita-cita yang luhur.” (Ibnu Athaillah as-Sakandari) Tajrid bisa kita sederhanakan dengan meninggalkan semua urusan dunia(wi) dan hanya (melulu memikirkan) beribadah. Maqam asbab atau sebab-sebab dalam kalimat di

Merenungi Al-Hikam Ibnu Athaillah #2 Read More »

Merenungi al-Hikam Ibnu Athaillah (1)

“Di antara tanda bergantung pada amal adalah berkurangnya harapan ketika terjadi kesalahan.” (Ibnu Athaillah As-Sakandari) Sudah pasti kita ketahui bahwa seorang Muslim hanya boleh bergantung kepada Allah Swt, bukan kepada selain-Nya termasuk amal-amal yang kita lakukan. Di kalimat ini, Ibnu Athaillah mengingatkan kita agar tak bergantung kepada amal dikarenakan bisa mengurangi harapan (kita kepada-Nya) ketika

Merenungi al-Hikam Ibnu Athaillah (1) Read More »

Ingatan Pada Markipul

Markipul. Nama ini saya gunakan sebagai tokoh utama dalam buku Bahagia yang Sederhana untuk memandu dan menyampaikan pesan. Masih ingat betul kalau buku ini ditulis di akhir tahun sebelum perhelatan milad Gaza ketiga. Walau pada akhirnya terbit pas dengan miladnya sekitar bulan Maret kalau tak salah. Menulis buku dengan tema tasawuf memang tak bisa dilepaskan

Ingatan Pada Markipul Read More »

Fathul Qarib dan Perjalanan Hidup

Sekilas mendengar kata Fathul Qarib rasanya tak asing bagi kalangan umat muslim Indonesia khususnya bagi warga Nahdliyin. Kitab fikih fenomenal madzhab Syafi’i ini begitu populer lantaran sudah menjadi tradisi mempelajarinya dari waktu ke waktu. Kitab ini dikarang oleh Syeikh Ibnu Qasim Al Ghazi (w. 918 H) yang merupakan syarah dari kitab Al Fadhi At-Taqrib yang

Fathul Qarib dan Perjalanan Hidup Read More »