Yang Sulit Dilakukan

Menerima segala konsekuensi dan berprasangka positif pada sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang sulit. Kita mungkin bisa mengatakan itu secara teori namun belum tentu dalam praktiknya.

Ikhlas, “Ikhlasin aja” begitulah kata orang-orang ketika menasihati temannya yang dalam kesusahan –mungkin sangat mudah kita katakan secara gamblang tapi nyatanya selalu mempunyai gejolak tersendiri dalam diri. Tapi apa solusinya kalo kita tidak mengikhlaskan sesuatu yang terjadi. Misal kita kehilangan sesuatu karena di curi lalu terus mengutuk dan tidak terima. Apakah itu menjadi solusi? Tentu tidak, justru bisa melahirkan penyakit hati.

Dalam menghadapi kehidupan pun demikian, terkadang kita berada posisi yang tidak mengenakan dan terus menyalahkan keadaan karena tidak kunjung membaik. Lalu sebenarnya apa yang perlu di lakukan? Ya, ikhlaskan dan menerimanya terlebih dahulu. Karena itu adalah langkah awal menyelamatkan hati dari kebencian, dendam dan penyakit hati lain.

Lantas apakah dengan sikap ikhlas kita di untungkan. Ya tentu kita di untungkan dengan selamatnya hati dan prasangka buruk juga kita bisa berfikir lebih tenang dalam menghadapi sesuatu. Dan tentu ada ganjaran pahala bagi orang-orang yang ikhlas.

Walaupun sulit untuk dilalukan tapi tidaklah salah untuk kita terus belajar mengenal apa itu “ikhlas”. Bukan hanya sebagai kata yang menenangkan namun juga sebagai kata yang menyelamatkan. []

Akhmad Suhrowardi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *