“Di antara tanda bergantung pada amal adalah berkurangnya harapan ketika terjadi kesalahan.” (Ibnu Athaillah As-Sakandari)
Sudah pasti kita ketahui bahwa seorang Muslim hanya boleh bergantung kepada Allah Swt, bukan kepada selain-Nya termasuk amal-amal yang kita lakukan.
Di kalimat ini, Ibnu Athaillah mengingatkan kita agar tak bergantung kepada amal dikarenakan bisa mengurangi harapan (kita kepada-Nya) ketika terjadi kesalahan atau kekurangan. Barangkali sebagian besar dari kita dalam hal ibadah selalu bergantung pada amal, menakar besar kecilnya pahala, seolah-olah benar-benar pragmatis. Karena bergantung pada amal, ketika terjadi suatu kemaksiatan atau kesalahan pada diri kita maka yang terjadi adalah berkurangnya harapan kita kepada-Nya. Kita mulai menjauh dari-Nya. Orientasinya bukan kepada-Nya, bukan ridha-Nya, tetapi menuju kepada sesuatu yang bersifat pragmatis dan matematis.
Jika sebaliknya kita selalu bergantung kepada Allah, ketika terjadi suatu kesalahan maka kita akan sesegera mungkin untuk ingat dan kembali kepada-Nya. Kemaksiatan atau kesalahan yang dilakukan lantas tidak membuat kita berkurang harapan kepada Allah, termasuk mengharap surga-Nya.
Pun ketika ujian (materi) menimpa diri kita, jika kita hanya menggantungkan pada amal maka ini sangat berbahaya. Bisa-bisa kita menyalahkan Tuhan, bisa-bisa kita menyalahkan Islam, dan segala yang berhubungan dengan agama. Kita merasa sudah beramal dengan maksimal, mulai dari yang wajib sampai yang sunnah. Tetapi apa yang terjadi? Pekerjaan hilang, bisnis bangkrut, karir buruk, jodoh tak pernah mendekat, dan beragam kesulitan dan kesedihan. Akhirnya, rasa harap kepada Allah mulai berkurang bahkan sampai tak ada lagi.
Khauf (rasa takut) dan raja’ (harapan) sekaligus Mahabbah (cinta) adalah tangga-tangga untuk menuju kepada Allah ta’ala. Pesan pertama Ibnu ‘Athaillah dalam al-Hikam sangat indah untuk kita renungi dalam menuju ramadhan di hari pertama. Minimal, agar orientasi ibadah kita tak pragmatis dan tentu agar semata-mata ridha Allah yang didapatkan. []
Viki Adi N
