Media Sosial

Jariku Lebih Cepat dari Pikiranku

Komentar pedas terus dilayangkan para netizen Indonesia ketika merasa bahwa ada kecurangan yang dilakukan pengadil lapangan pada laga Indonesia vs Qatar U23 yang kejadian serupa terulang kembali berlanjut pada pertemuan semi-final Indonesia vs Uzbekistan U23. Dipertandingan tersebut banyak keputusan-keputusan yang dirasa merugikan squad Indonesia. Dan seperti yang anda tahu akun wasit pertandingan itu langsung digeruduk […]

Jariku Lebih Cepat dari Pikiranku Read More »

Menulis yang Pendek-Pendek

Setelah memeras otak hingga berkeringat di sekujur tubuh, tulisan yang panjang itu selesai juga akhirnya. Tapi jangan salah, ternyata tulisan yang panjang belum tentu bisa membuat pembaca yang dituju paham. Ada kalanya, justru tulisan yang pendek yang bisa menjelaskan dengan singkat, padat, lugas, dan jelas. Apalagi di tengah cepatnya orang scroll media sosial. Lihat saja

Menulis yang Pendek-Pendek Read More »

Terkadang Kita Jadi Tidak Waras Karena Media Sosial

Entah sudah berapa hari saya rehat. Tidak melakukan aktivitas apa pun kecuali untuk kebutuhan dasar. Tentu saja pengecualian Minggu pagi kemarin, menyimak obrolan mas Sadli tentang Sastra (pergerakan) yang dimoderatori coach Fadhi. Tak menyangka agenda itu bakal rame dihadiri komunitas sastra. Saya melihat mas Sadli dihujani banyak pertanyaan. Wah makin menarik. Sebenarnya sudah ada keinginan

Terkadang Kita Jadi Tidak Waras Karena Media Sosial Read More »

Hikayat Minyak dan Mafia

Beberapa hari terakhir, kita disuguhkan potongan-potongan video Bu Mega yang berseloroh mengenai emak-emak yang rela antri minyak goreng dan memberikan saran agar memasak selain pakai minyak. Kreatifitas warga kita memang dahsyat. Di twitter, sampai ada akun yang hilang gara-gara membuat sindiran mengenai ini. Mungkin ada yang melaporkan. Ya, itu biasa sebenarnya. Pernyataan Ketum Partai yang

Hikayat Minyak dan Mafia Read More »

Internet dan Demokrasi

Kalau kita masih ingat dengan protes massa sepanjang 2019 ke belakang di berbagai negara, membludaknya massa turun ke jalan diperantarai oleh internet khususnya media sosial. Protes kecil melalui unggahan gambar, video, lalu tersebar secara masif dan akhirnya membuat kemarahan publik. Misal saja protes yang terjadi di Chili ketika Presiden menaikkan tarif kereta Santiago Metro, ratusan

Internet dan Demokrasi Read More »

Teknologi Bebas Nilai?

Dalam dua kelas online yang saya ikuti hari ini, pertama membahas tentang keamanan jaringan komputer dengan pakar IT Pak Onno W Purbo, dan yang kedua adalah kelas tentang nilai filosofis dari sebuah teknologi bersama Pak Juris Arrozy serta pak Andika Saputra. Dalam kesimpulan yang diberikan pada kajian tentang nilai teknologi, Pak Juris menjelaskan bahwa teknologi

Teknologi Bebas Nilai? Read More »

Refleksi Hoaks di Era Revolusi Industri

Hoaks atau berita bohong tidaklah muncul baru-baru ini, dari zaman Rasulullah pun sudah ada kisah-kisah yang diabadikan dalam sejarah. Coba ingat kembali saat sayyidina Aisyah ra difitnah oleh kaum munafik yang menyebarkan desas desus bahwa istri Rasulullah tersebut berselingkuh. Ketika perjalanan pulang dari perang, Aisyah kehilangan kalungnya kemudian menyusuri sepanjang jalan, ada satu sahabat yang

Refleksi Hoaks di Era Revolusi Industri Read More »

Berbagi Peran

Mengingat kembali materi kajian tentang mahasiswa dan masa kini. Era revolusi industri 4.0 ini membuat manusia seakan tidak ada gunanya, semua sudah tergantikan dengan mesin ataupun robot. Setelah kita melewatkan era 3.0 ini sejak tahun 2000 ada satu permasalahan yang belum tuntas, yaitu manusianya. Kita dipaksa harus bisa menyesuaikan standar yang sudah dibuat, standar 4.0,

Berbagi Peran Read More »

Media Sosial dan Konsep Kebenaran (2)

“Hari ini kita hidup di zaman informasi yang kecepatan arusnya menimbulkan kekacauan. Kemudahan aksesnya membuat orang dungu menjadi sok tahu sehingga turut bicara di bidang yang bukan otoritasnya. Sedangkan orang berakal bekerja keras memisahkan referensi dari berbagai sampah informasi. Sementara penyedia informasi seringkali melakukan manipulasi. Intellectual confusion….” Tulisan ustadz Anton Ismunanto pada tahun 2009 ini

Media Sosial dan Konsep Kebenaran (2) Read More »

Media Sosial dan Konsep Kebenaran (1)

Pada pembahasan sebelumnya sudah kita ketahui bersama bahwa adanya dunia maya ini bisa membuat semua orang menjadi siapa saja, bebas menuliskan apa saja di akun media sosialnya. Barangkali, seringnya berupa kegiatan sehari-hari. Bagi para marketer tentu saja ladang basah yang siap untuk digarap, bahkan pada tingkat ekstrim untuk menyebarkan paham konspirasi bagi para pemegang kepentingan.

Media Sosial dan Konsep Kebenaran (1) Read More »