Tulisan

Ruang Kosong

Ruang kosong di dalam dunia seni itu penting. Dalam aspek keindahan, ruang kosong memiliki banyak makna. Dalam ukuran estetika, kerap ruang kosong dijadikan sarana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bagaimana dengan menulis? Agaknya, ruang kosong saat ini begitu jarang ditemui. Saat ini, praktis secara umum kita akan menulis di aplikasi Ms. Word. Kita tak perlu menaruh […]

Ruang Kosong Read More »

Menulis itu Menyampaikan

Sahabat sekalian, menulis itu menyampaikan. Ini penting untuk kita catat, ingat-ingat, dan tentu saja kita praktikkan ketika menulis. Memang, kaidah ini hanya berlaku jika kita menulis untuk dibagikan. Jika hanya disimpan sendiri, tak perlu dalam-dalam memikirkan apa yang akan dibahas berikut. Sepanjang pengalaman menyunting tulisan atau naskah, beberapa kali saya menjumpai naskah atau tulisan yang

Menulis itu Menyampaikan Read More »

Netral

Dulu, dengan polosnya saya pernah berpikir demikian. Penulis itu harus netral, tidak memihak, dan “objektif”. Begitu juga soal ilmu (pengetahuan) saya meyakininya dengan remang-remang dan agak ragu; Ilmu itu netral. Namun pada faktanya tidak begitu. Setiap penulis membawa ideologi yang tertanam dalam dirinya. Setiap penulis memiliki pandangan hidup di dalamnya. Demikian juga dengan ilmu, setiap

Netral Read More »

Rajin

Rajin pangkal pandai? Saya yakin kalian pernah mendengar itu di masa sekolah dasar. Entah benar atau tidak, tapi nyatanya orang yang rajin―yakni orang yang selalu melakukan suatu hal berulang-ulang kemudian tak lupa dengan perbaikan―bisa menyamai orang yang pandai lebih awal. Kaidah ini sepertinya memang berlaku umum. Dalam dunia kepenulisan pasalnya juga demikian. Semakin banyak dan

Rajin Read More »

Esai Tanpa Rujukan

Terkadang para “calon” penulis atau penulis baru mempertanyakan para esais yang tidak memakai rujukan secara langsung di dalam esai-esainya, “Apakah itu shahih dan dibenarkan?” Jawaban ini ialah “tidak bisa” jika yang ditulis itu jenis “esai ilmiah” yang biasa kita lihat dalam jurnal misalnya, atau esai yang biasa dilombakan. Tetapi untuk esai bebas―saya lebih suka menyebutnya

Esai Tanpa Rujukan Read More »

Bahasa Lisan

Agaknya ini cukup menarik dalam dunia tulis menulis. Bahasa lisan ialah bahasa yang sering dipakai oleh penulis baru. Tapi jangan minder dulu, ternyata banyak penulis kenamaan yang juga menggunakannya. Semisal esai-esai yang ditulis Soekarno, isinya pasti meletup-letup. Tulisannya seperti orang yang sedang naik mimbar dan berpidato didepannya. Memang sudah kebiasaannya ketika naik mimbar, ia menyiapkan

Bahasa Lisan Read More »

Euforia Penulis

Buku pertama yang terbit adalah suatu kebanggan, apalagi jika secara kuantitas pemesanan begitu dahsyat. Euforia bagi penulisnya luar biasa. Namun sayangnya, euforia itu bisa melenakan. Soal keengganan meningkatkan kualitas misalnya. Karena puas akan jerih karya pertama, ia merasa biasa saja, lalu karya kedua muncul. Ternyata publik tak antusias seperti sebelumnya. Disitulah sebenarnya komitmennya diuji. Apakah

Euforia Penulis Read More »

Buku Pertama dan Konsistensi

Buku pertama adalah karya penulis yang biasanya memiliki rating tinggi di awal karirnya mengudara. Makanya, kalau ada penulis baru di Gaza dan ia pertama kali menerbitkan buku, saya katakan padanya agar memasifkan publikasi ke khalayak. Syukur, sekencang-kencangnya dan sebesar-besarnya. Saya juga meminta agar gunakan semua sumber daya gratisan yang dimiliki, semisal jaringan pertemanan, jaringan medsos,

Buku Pertama dan Konsistensi Read More »