Buku

Mengkaji Pemikiran dari Buku ke Buku

Hampir sudah 1 tahun tidak mengkaji pemikiran seseorang atau kelompok dari buku ke buku. Hanya membaca buku seinginnya atau sekenanya saja, sesuka-sukanya. Kesibukan mengurus penerbit, mengejar serta memperbanyak naskah terbitan benar-benar menyita waktu. Bahkan, untuk melancarkan target ini, editor di Gaza Library Publishing (GLP) kini 2 orang. Dan akhirnya, hari ini mulai rindu mengenai aktivitas […]

Mengkaji Pemikiran dari Buku ke Buku Read More »

Buku Itu Barang Mewah

Hari ini tanggal merah, hari Jumat, menuju akhir pekan. Orang-orang yang menyukai buku biasanya akan menggulung-gulung layar, lalu mulai menatapnya, mengingat targetnya, dan mungkin saja akan membelinya. Sayangnya, itu mungkin. Keharusan hanya bagi mereka yang berkeluangan harta lebih banyak. Layaknya barang mewah, nampaknya buku bisa disebut demikian. Ketika beberapa pekan lalu ramai jadi perbincangan harga

Buku Itu Barang Mewah Read More »

Kala Buku Bergenre Self Improvement Dianggap Membosankan

Beberapa kali saya melihat utas atau postingan orang yang mengatakan kalau membaca buku-buku motivasi atau self improvement (kita akan menyebut buku motivasi pada paragraf-paragraf berikut) pada akhirnya berujung membosankan dan isinya itu-itu saja. Ketawa kecil. Itu respons saya pribadi. Banyak kemungkinan yang terjadi di sini. Pertama, buku bertema motivasi itu jatuh pada tangan yang tidak

Kala Buku Bergenre Self Improvement Dianggap Membosankan Read More »

Untuk Para Penulis atau yang Mau Jadi Penulis (1)

Sebenarnya saya jarang buka medsos, paling banter biasanya Facebook karena di sana bisa membuat tulisan agak panjang. Namun, terkadang algoritma aplikasi ini mengarahkan ke (aplikasi) Threads mengenai buku atau perbincangan seputar penerbitan. Mungkin, itu terjadi karena apa yang sering saya cari atau minati. Membuka Threads, sebenarnya jarang juga kecuali seperti tadi, ada “pengarahan” dari aplikasi

Untuk Para Penulis atau yang Mau Jadi Penulis (1) Read More »

Beralih dari Membaca Sosmed ke Membaca Buku

Hingga hari ini tingkat literasi Indonesia belum beranjak dari jajaran terbawah dunia. Entah pertanda apa untuk negeri yang besar ini. Rasa-rasanya Indonesia tak akan pernah mendekati keidealannya atau keemasannya. Apalagi kita sering memandang Indonesia emas 2045 hanya dengan sudut pandang ekonomi. Tapi perlulah kita berfikir positif husnudzan pastilah akan ada masanya Indonesia emas. Nah, ngomong-ngomong

Beralih dari Membaca Sosmed ke Membaca Buku Read More »

Integritas Penulis

Ketika masih mahasiswa dan sedikit sekali pengetahuan tentang menulis dan perbukuan, saya pernah diceritakan soal ditolaknya naskah karena soal integritas penulis. Tak hanya itu, soal rekrutmen redaksi di penerbit juga demikian. Tak sampai tolak menolak, bahkan menggulung atau menarik suatu karya juga bisa terjadi lantaran integritas penulis. Memang, ada kaidah yang mengatakan bahwa kebaikan atau

Integritas Penulis Read More »

Melihat Salah Satu Sisi Kendali Pikiran dari Kitab Klasik Al-Balkhi

“Cara pertama untuk menjinakkan kemarahan adalah dengan melatih pikiran.” Begitu tulis Abu Zaid al-Balkhi dalam bagian kedua kitab Mashalih al-Abdan wa al-Anfus. Lagi-lagi tentang pikiran. Menurut al-Balkhi, kejernihan pikiran ini sangat penting untuk mengatasi gejala-gejala psikologis yang mengganggu. Namun, beratnya juga ada di sini. Orang yang sedang mengalami gangguan psikologis, pikirannya cenderung tidak jernih atau

Melihat Salah Satu Sisi Kendali Pikiran dari Kitab Klasik Al-Balkhi Read More »

Menakar Sistem Buku yang Paling Adil

ibuan eksemplar buku terjual. Tak hanya ribuan, tetapi lebih dari belasan ribu. Setidaknya itu yang saya saksikan. Sayangnya, penulis buku tersebut hanya mendapat uang di depan saja senilai gaji UMR Jogja lebih sedikit. Sistem yang cukup fair berkaitan dengan buku memang sistem royalti. Setidaknya itu yang saya lihat sejauh ini. Jika penerbit untung, penulis juga

Menakar Sistem Buku yang Paling Adil Read More »

Ruang Kosong

Ruang kosong di dalam dunia seni itu penting. Dalam aspek keindahan, ruang kosong memiliki banyak makna. Dalam ukuran estetika, kerap ruang kosong dijadikan sarana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bagaimana dengan menulis? Agaknya, ruang kosong saat ini begitu jarang ditemui. Saat ini, praktis secara umum kita akan menulis di aplikasi Ms. Word. Kita tak perlu menaruh

Ruang Kosong Read More »

Beberapa Catatan Terkait Buku

Soal menulis buku. Saya pernah mendapat kalimat yang agak menyudutkan. Intinya menyebutkan bahwa semua buku yang saya tulis tidak diterbitkan di penerbit mayor. Jika belum tahu, penerbit mayor itu istilah zaman dahulu (sebelum zaman medsos) untuk menyebut penerbit yang sudah besar, memiliki pembaca banyak, standar seleksi naskahnya ketat. Saya tidak tahu apakah istilah tersebut masih

Beberapa Catatan Terkait Buku Read More »