Berbincang tentang Sastra Profetik (Bagian 3)

Bagian pertama dan kedua dari sastra profetik (kaidah dan etika) sudah kita urai pada tulisan sebelumnya. Kali ini, kita akan mengulas bagian terakhir, yakni berkenaan dengan strukturnya. Kuntowijoyo menyebutkan bahwa etika profetik mempunyai bias masyarakat modern, perkotaan, bahkan global. Seolah-olah melupakan tema penting yang khas Indonesia, misalnya perubahan sosial-budaya, adat istiadat dan kedaerahan, sosial-ekonomi, masyarakat […]

Berbincang tentang Sastra Profetik (Bagian 3) Read More »

Berbincang Tentang Sastra Profetik (Bagian 2)

Mari kita lanjutkan pembahasan sebelumnya. Kita ulangi kembali. Menurut Kuntowijoyo, dehumanisasi bisa dilihat melaui tiga hal: (a) terbentuknya manusia mesin, (b) manusia dan masyarakat massa, serta (c) budaya massa. Berikut poin-poin ringkas dan ulasannya. (a) Perilaku manusia mesin digerakkan berdasar stimulus dan respons, tidak lagi berdasar akal sehat, nilai, dan norma. Kuntowijoyo memberi contoh seperti:

Berbincang Tentang Sastra Profetik (Bagian 2) Read More »

Berbincang Tentang Sastra Profetik (Bagian 1)

Sebenarnya, saya bukan orang yang tepat untuk menuliskan hal ini. Namun, karena membawahi tim redaksi di GLP (Gaza Library Publishing), yang beberapa waktu lalu melakukan pembaruan soal naskah yang diterima, mau tak mau, akhirnya tulisan ini perlu dibuat. Ketika mengantar (melalui esai) pada pembukuan beberapa artikel mahasiswa magister sastra di kampus Bulaksumur yang menyoroti tentang

Berbincang Tentang Sastra Profetik (Bagian 1) Read More »

Menyempatkan Menulis

Menulis itu memang menyempatkan. Mau dipikir sampai kapan pun, ya memang sudah begitu aturan mainnya. Kita semua pasti memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Ada yang berprofesi sebagai guru, sibuk mengajar, kesal karena ulah nakalnya murid, bolak-balik mengurus administrasi, dan seterusnya. Ada yang menjadi tenaga kesehatan; pasien stres terkadang ikutan stres juga, berhadap-hadapan dengan nyawa orang lain,

Menyempatkan Menulis Read More »

“Fomo”

Sebagai orang yang pernah aktif di gerakan mahasiswa, saya merasa buku-buku yang bertema “gerakan mahasiswa” sudah terlampau tidak menggembirakan. Minat para aktivis sepertinya sudah berbeda terhadap buku-buku yang dibacanya (atau mungkin malah kurang doyan buku?). Tentu saja pernyataan ini hanya asumsi, saya tidak bisa membuktikannya. Omongan ini hanya merujuk pada soal kurang lakunya buku-buku bertema

“Fomo” Read More »

Membuang Pikiran Liyan

Sebagai manusia yang memiliki akal, berbeda pikiran itu biasa. Masing-masing bisa berargumen bebas. Tak hanya soal argumen, bahkan berpikir tentang apa pun juga bebas. Kita punya kehendak. Kita bebas berkeinginan. Hanya saja, tidak semua orang menerapkan salah satu ciri khas filsafat: meragukan. Sebagai orang Muslim misalnya, dari kecil kita sudah diajari mengenai akidah, tentang sifat

Membuang Pikiran Liyan Read More »

Melihat Umat Islam Indonesia dari Masa ke Masa: Perjuangan untuk Masa Depan Indonesia

Oleh: Viki Adi Nugroho (ditulis untuk keperluan Madrasah Klasikal KAMMI Mesir)   Penting untuk kita melihat dinamika sejarah umat di Indonesia dari masa ke masa. Paling tidak, kita bisa menganalisis serta memproyeksikan arah masa depan umat secara khusus, dan bangsa Indonesia secara umum. Mengingat dari suatu masa ke masa, warisan-warisan pemikiran lama masihlah tetap ada,

Melihat Umat Islam Indonesia dari Masa ke Masa: Perjuangan untuk Masa Depan Indonesia Read More »

Beralih dari Membaca Sosmed ke Membaca Buku

Hingga hari ini tingkat literasi Indonesia belum beranjak dari jajaran terbawah dunia. Entah pertanda apa untuk negeri yang besar ini. Rasa-rasanya Indonesia tak akan pernah mendekati keidealannya atau keemasannya. Apalagi kita sering memandang Indonesia emas 2045 hanya dengan sudut pandang ekonomi. Tapi perlulah kita berfikir positif husnudzan pastilah akan ada masanya Indonesia emas. Nah, ngomong-ngomong

Beralih dari Membaca Sosmed ke Membaca Buku Read More »

Catatan Akhir Pekan – Dari Soal Patriarki Hingga Lomba Senyum

Patriarki “Itu kan, kerjaan cewek?” Saya masih ingat betul ketika salah satu karyawan (laki-laki) di sebuah perusahaan mengatakan demikian atas sebuah tanggapan ketika ia diminta untuk membantu bersih-bersih oleh karyawan (perempuan). Di dalam Islam, hubungan semacam ini sifatnya tolong-menolong. Di dalam konteks keluarga, dalam konteks pekerjaan (rumah tangga) juga begitu. Itulah mengapa konsep feminisme yang

Catatan Akhir Pekan – Dari Soal Patriarki Hingga Lomba Senyum Read More »

Beberapa Catatan Akhir Pekan – Dari 29 Mei Hingga Arabisme

29 Mei Lalu Al-Fatih menjadi nama paling masyhur dalam sejarah pada tanggal ini, karena menaklukkan Konstantinopel (kini, Istanbul, Turkiye). Sementara di waktu yang sama, tetapi berbeda tahun, Palestina terus saja dibombardir.   Rafah Sepertinya semua orang Muslim akan geram terhadap Mesir mengenai soal ini. Sebenarnya, kita bisa flashback, mengingat kembali sebelum Zionis memperkuat akarnya di

Beberapa Catatan Akhir Pekan – Dari 29 Mei Hingga Arabisme Read More »