Literasi

Menyempatkan Menulis

Menulis itu memang menyempatkan. Mau dipikir sampai kapan pun, ya memang sudah begitu aturan mainnya. Kita semua pasti memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Ada yang berprofesi sebagai guru, sibuk mengajar, kesal karena ulah nakalnya murid, bolak-balik mengurus administrasi, dan seterusnya. Ada yang menjadi tenaga kesehatan; pasien stres terkadang ikutan stres juga, berhadap-hadapan dengan nyawa orang lain, […]

Menyempatkan Menulis Read More »

Lagi dan Lagi, Ini Masih Tentang Buku

Beberapa hari terakhir, saya kerap dihujani pertanyaan yang hampir sama. Soal buku, soal membaca, soal apa yang sedang digandrungi, bagaimana kabar buku pergerakan, dan semacamnya. Belum lagi soal maraknya toko buku tutup. Misalnya, ada yang bertanya mengenai anak-anak kampus sekarang membaca apa, apakah buku pergerakan masih dibaca? Saya hanya senyum dan ketawa lepas. Itu jawabannya.

Lagi dan Lagi, Ini Masih Tentang Buku Read More »

Ramainya Toko Buku Tutup

Beberapa pekan ini kita diramaikan dengan tutupnya toko buku. Tak satu dua, tapi banyak. Dari mulai lapak besar semacam Toko Buku Gunung Agung hingga lapak-lapak kecil yang biasanya memiliki ruko termasuk yang berjejer-jejer. Ada asumsi mengenai daya baca yang menurun. Tapi tentu saja jika ini memang benar, ada banyak faktor lain yang sebenarnya juga berpengaruh.

Ramainya Toko Buku Tutup Read More »