Esai

Penulis, Idealisme, dan Pusaran Kuasa

Layaknya para pejabat negara yang terbagi ke dalam arus pragmatis dan idealis, begitu juga para penulis. Kita ringkas saja begini, pragmatis bertujuan hanya mencari “dunia” semata, sementara idealis bertujuan untuk menyebarkan gagasan-gagasannya. Silakan perluas sendiri makna “dunia”. Jadi, sekarang kita sudah terbayang siapa itu penulis yang idealis. Kalau buzzer? Sebut saja kebalikannya. Memang amat disayangkan […]

Penulis, Idealisme, dan Pusaran Kuasa Read More »

Berkaca Pada Pak Natsir

Ketika membaca Biografi M. Natsir, salah satu tokoh dan cendikiawan Muslim Indonesia yang ditulis oleh Pak Luman, pada lembar-lembar awal dalam buku tersebut tertulis gambaran singkat M. Natsir dari tokoh dan cendikiawan Indonesia yang hidup sampai saat ini. Mereka menuliskan bahwa biografi M. Natsir yang di tulis oleh Pak Lukaman kali ini adalah tokoh yang

Berkaca Pada Pak Natsir Read More »

Lima Detik Pada Sebuah Jawaban

Dalam sebuah pertanyaan yang diajukan, orang akan diberi waktu yang relatif singkat untuk berpikir dan mengutarakan, mencari kata, berpikir apa yang ada dalam pikirannya tentang sebuah jawaban. Saat aku mendapat sebuah pertanyaan haruslah aku bergegas untuk merespon dan menjawab. Tentulah sebab aku tidak ingin yang bertanya menunggu lama dan berpikir jika aku ini lamban. Persoalan

Lima Detik Pada Sebuah Jawaban Read More »

Posting di Sosmed

Membagikan kisah kehidupan pribadi di sosial media kadangkala memang menyenangkan, orang lain dapat mengetahui aktivitas yang sedang kita kerjakan. Namun, adakalanya kita perlu untuk membatasi diri dalam memposting. Hal ini karena tidak semua postingan yang kita unggah akan berdampak positif bagi semua orang, justru kadangkala akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Kita perlu memfilter

Posting di Sosmed Read More »

Memilih Untuk Tidak Menulis

Banyak orang yang saya kenal gemar membaca atau mengoleksi buku. Ada senior kampus yang begitu demen buku-buku beragam tema keislaman, ada adik-adik yang suka tema pemikiran, filsafat, politik, dan ah semacamnya sampai terkadang buku jurusannya sendiri bisa dihitung jari. Saya sendiri juga pernah mengalaminya. Buku-buku mengenai seni rupa di rak hanya ada beberapa saja. Tak

Memilih Untuk Tidak Menulis Read More »

Domba-Domba Tersesat

Bukan dengan barang fana. Kau membayar dosaku. Dengan darah yang mahal. Tiada noda dan cela. Bukan dengan emas-perak. Kau menebus diriku. Oleh segenap kasih dan pengorbananmu Ku telah mati dan tiada. Cara hidupmu yang lama. Semuanya sia-sia dan tak berarti lagi. hidup ini kuletakkan pada misbahmu, ya Tuhan. Jadilah padaku seperti yang kau ingini Apalah

Domba-Domba Tersesat Read More »

Berlomba Menjadi Paling Toleran

Setiap hari perayaan agama lain (non-Islam) selalu menjadi ajang “toleransi” untuk seluruh penduduk Indonesia, semua berlomba-lomba untuk menjadi manusia paling toleran antar umat beragama. Mengucapkan di media sosial, mengunjungi tempat ibadah, mengadakan dialog antar agama, dan label-label bertajuk toleransi lainnya. Seribu satu cara untuk mengkampanyekan pluralisme agama ini, meskipun sudah difatwakan haram oleh MUI, namun

Berlomba Menjadi Paling Toleran Read More »

Bahasa Lisan

Agaknya ini cukup menarik dalam dunia tulis menulis. Bahasa lisan ialah bahasa yang sering dipakai oleh penulis baru. Tapi jangan minder dulu, ternyata banyak penulis kenamaan yang juga menggunakannya. Semisal esai-esai yang ditulis Soekarno, isinya pasti meletup-letup. Tulisannya seperti orang yang sedang naik mimbar dan berpidato didepannya. Memang sudah kebiasaannya ketika naik mimbar, ia menyiapkan

Bahasa Lisan Read More »

Tukar Tambah Teman

Saya pernah sangat kesal ketika menyampaikan salah satu cita-cita saya untuk melanjutkan studi suatu jurusan. Saat itu sahabat saya menolak mentah-mentah bahkan terkesan meremehkan, untuk apa mempelajari sesuatu yang tidak dibawa mati ? saya tidak langsung menolak maupun menerimanya, namun saya pikirkan berhari-hari dan ketika sudah ada keputusan ternyata waktu berjalan sudah 3 bulan lamanya.

Tukar Tambah Teman Read More »

Euforia Penulis

Buku pertama yang terbit adalah suatu kebanggan, apalagi jika secara kuantitas pemesanan begitu dahsyat. Euforia bagi penulisnya luar biasa. Namun sayangnya, euforia itu bisa melenakan. Soal keengganan meningkatkan kualitas misalnya. Karena puas akan jerih karya pertama, ia merasa biasa saja, lalu karya kedua muncul. Ternyata publik tak antusias seperti sebelumnya. Disitulah sebenarnya komitmennya diuji. Apakah

Euforia Penulis Read More »