Motivasi

Melihat yang di Bawah

Jika merasa sulit dan seolah dunia menyempit, ada baiknya kita melihat yang di bawah. Jangan selalu tengok ke atas. Kita semua pasti paham bahwa di era media sosial semua citra yang ditampilkan kebanyakan—untuk tidak mengatakan semuanya—adalah sesuatu yang “diunggulkan”. Wajar banyak muda-mudi yang merasa iri, gengsi, dan minder. Kembali ke bahasan utama kita. Pernah suatu […]

Melihat yang di Bawah Read More »

Antara Logika dan Asumsi

Tulisan ini berawal dari kejadian sederhana yang sering dialami, yaitu berpapasan dengan orang lain. Berbagai ekspresi yang kemudian muncul dari kejadian sederhana ini. Ekspresi datar, tersenyum, bahagia, tertawa, sinis, marah dan bahkan acuh tak acuh. Berbagai ekspresi yang muncul ketika berpapasan dalam sekian detik tanpa penjelasan, akan memunculkan banyak asumsi yang kadang kala tidak mampu

Antara Logika dan Asumsi Read More »

Hidup yang Sesekali

Sesekali, cobalah bersantai layaknya kungkang. Bagi yang sudah bekerja, coba rehat sejenak. Ambil jarak sedikit saja dan coba tengok ke dalam diri kita. Tengok pasangan kita (bagi yang sudah menikah). Tengok keluarga kita. Siapa tahu masih banyak hal yang bisa dilakukan bersama dan mungkin belum pernah dilakukan. Pekerjaan mungkin telah menyita sebagian besar umur dan

Hidup yang Sesekali Read More »

Ketika Dunia Tak Lagi Sama

Traumamu memang milikmu. Bukan milik orang lain. Kalau dia tidak bisa terima, ya wajar. Kalau pandangan dan hatinya belum sampai ke sana, ya wajar. Kalau dia tidak ingin mendengar pun, hal wajar ‘kan? It’s okay kalau dia bukan orang yang bisa kamu ceritakan keluh kesahmu, resah gelisahmu. Mungkin dia terganggu. Bukankah kamu cukup tahu ketidaknyamanannya?

Ketika Dunia Tak Lagi Sama Read More »

Mahluk Emosional

Kita bisa saja mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berlogika. Tapi kita pasti tahu bahwa manusia memiliki kecenderungan menonjolkan emosi dan perasaannya dari pada logikanya. Kita bisa saja mengkritik teman, kolega, bahkan saudara kita dengan keras untuk menyadarkannya dari kesalahan atau perbuatan yang kurang baik. Kalau dia memang mahluk yang berlogika seharusnya itu membuatnya sadar.

Mahluk Emosional Read More »

Memberi Nasehat juga Harus Hati-Hati

Nasehat itu baik, tetapi kadang bisa jadi kurang pas. Nasehat bisa jadi benar, tetapi ada kalanya jadi kurang tepat. Seperti orang Jawa mengatakan, “bener nanging ora pener.” (Bisa diartikan: benar tapi kurang tepat, kurang pas). Karena kurang tepat, akhirnya nasehat tersebut mental. Kalau mental masih bagus, coba bayangkan jika nasehat itu justru membuatnya terpuruk lebih

Memberi Nasehat juga Harus Hati-Hati Read More »

Tiga Buku Rekomendasi Menuju Akhir Tahun 2022

Sebenarnya, saya menulis tentang ini karena gabut. Selain gabut, juga karena agak lelah mengedit harga-harga di toko online Gaza. Maklum, hampir semua harga buku dari berbagai penerbit mengalami kenaikan. Beruntunglah kalian yang sejak dini telah memborong buku incaran. Menuju akhir tahun atau menuju pergantian tahun, biasanya kita selalu disuguhkan dengan narasi-narasi mengenai perbaikan. Perbaikan apapun,

Tiga Buku Rekomendasi Menuju Akhir Tahun 2022 Read More »

Depresi, Frustrasi, dan Respek

Kemarin adalah hari kesehatan mental dunia. Tetapi Indonesia, khususnya Jogja justru dikagetkan dengan berita mengenaskan: bunuh dirinya seorang anak muda (lompat) dari lantai 11 dua hari tepat sebelumnya. Hari peringatan telah berubah menjadi hari duka. Di tas mahasiswa baru kampus Gajah Mada tersebut, ditemukan semacam surat keterangan dari psikolog. Ini menandakan memang sepertinya sedang ada

Depresi, Frustrasi, dan Respek Read More »

Beberapa Detik yang Berpengaruh

Jika kita merasa terlalu banyak membuang waktu, mungkin terlalu selow, terlalu santai, dan apalah sejenisnya, sepertinya kita sedang butuh stimulus. Apa stimulus terbaiknya? Kita perlu bertanya pada mereka yang menganggap beberapa detik itu sangat berpengaruh. Dan, saking berpengaruhnya. Mereka begitu berterimakasih pada waktu tersebut, pada momen-momen tersebut, pada detik-detik itu. Lebih tepatnya berterimakasih kepada Sang

Beberapa Detik yang Berpengaruh Read More »

Membuat Jembatan

Kemarin, saya bertemu kawan yang menjajakan buku. Ada beberapa yang membuat mata saya auto tertarik. Pertama, karya Samuel Huntington. Lalu yang lainnya ada karya Gladwell dan Carnegie. Dua nama terakhir ini sering nampang di Gramedia. Meski begitu, sejak mahasiswa sebenarnya saya kurang tertarik dengan buku tema-tema begitu. Selanjutnya, ada satu buku berwarna merah mencolok yang

Membuat Jembatan Read More »