Tiga Buku Rekomendasi Menuju Akhir Tahun 2022

Sebenarnya, saya menulis tentang ini karena gabut. Selain gabut, juga karena agak lelah mengedit harga-harga di toko online Gaza. Maklum, hampir semua harga buku dari berbagai penerbit mengalami kenaikan. Beruntunglah kalian yang sejak dini telah memborong buku incaran.

Menuju akhir tahun atau menuju pergantian tahun, biasanya kita selalu disuguhkan dengan narasi-narasi mengenai perbaikan. Perbaikan apapun, dalam hal apapun. Tak bosan-bosannya kita mendengar hal semacam itu. Namun, akhir tahun ini barangkali cukup berbeda. Kondisi bangsa kita sedang terus menerus mencoba untuk keluar dari ragam persoalan dan krisis yang menimpa. Mungkin, Covid sudah mulai terlupa. Meski begitu, krisis ekonomi, krisis sosial, hingga krisis politik terus terjadi sedemikian rupa akibat beragam faktor. Pandemi Covid juga sedikit banyak mempengaruhinya.

PHK karyawan toko oren misalnya, di tengah naiknya bisnis online, justru terjadi perumahan besar-besaran. Ekses pandemi yang seharusnya memulihkan rakyat untuk kuat bersama setelah berjibaku menghadapinya, justru tetap saja sama: terbelah. Apalagi setelah partai penguasa ketar-ketir dengan adanya partai yang mendeklarasikan bakal calon presiden. Pemilu masih lama, dua tahun lagi, tetapi ya sepertinya sama saja.

Sedemikian rumitnya persoalan bangsa ini, ternyata kita juga masih punya segudang persoalan yang hinggap pada diri pribadi masing-masing. Jadi, bukankah kepala makin cenat-cenut?

Tapi tak masalah, namanya saja hidup. Yang terpenting jangan sampai kita mengakhirinya dengan sesuatu yang dilarang (mohon jangan tiru sikap pimpinan pengganti “Anbu” setelah tragedi Kanjuruhan). Untuk itulah, saya coba menyusun tiga―ingat, ini hanya tiga, tidak banyak-banyak―rekomendasi buku untuk menyuplai kesegaran akal kita. Masih ada tiga bulan menuju akhir tahun, lebih pasnya 2,5 bulan. Ya, satu buku satu bulan mungkin bisa kita coba. Dan, ini subjektif saya pribadi. Mohon jangan terlalu dipercaya.

Urutan pertama, saya merekomendasikan buku anggitan Ustadz Anis Matta, Lc berjudul Pesan Islam Menghadapi Krisis. Entah mengapa, saya menjatuhkan buku ini pada pilihan pertama. Tapi yang jelas, buku ini cukup memberi insight dan motivasi ke dalam alam pikiran saya. Buku ini paket komplit. Kita akan dibawa meneropong kisah-kisah al-Quran beserta krisis yang ada di dalamnya. Krisis multidimensi yang dibahas, dari mulai individu, kelompok, sampai negara. Setelah itu, kita diajak melihat lanskap kondisi negara  dan tak lupa juga kondisi global. Sebagai lulusan terbaik LIPIA, wajar sekali Ustadz Anis mampu membawa pembaca merenungi ragam krisis yang kini sedang terjadi dan bagaimana kita bersiap untuk bisa keluar dan menghadapinya. Sebelum membaca buku ini, tolong hilangkan sentimen partai terlebih dahulu. Persis seperti kita membaca riwayat sahabat, tak mungkin kan kita menyalah-nyalahkan sahabat Zubair dan Thalhah atas keputusannya “memberontak” terhadap kekhalifahan Ali bin Abi Thalib melalui Perang Jamal? Sementara kita tahu bahwa kedua sahabat ini adalah veteran Perang Badar yang telah dijamin surga oleh Allah Swt?

Lanjut di urutan kedua, saya menjatuhkan pilihan pada buku Prophetic Parenting – Cara Nabi Saw Mendidik Anak karya Ustadz DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. Apa hubungannya dengan akhir tahun? Kita hubung-hubungkan saja. Setiap pergantian tahun saya yakin setiap pemuda-pemudi yang beriman akan mendambakan pernikahan walaupun mungkin hanya semacam lintasan, sambil lewat. Tapi bagi sebagian yang ingin atau tengah mempersiapkan, tentu saja tahun demi tahun terlewat akan menyisakan pikiran hebat. Belum lagi pertanyaan sana-sini dari tetangga di kampung. Nah, itulah mengapa saya merekomendasikan buku yang satu ini. Buku versi terjemahan Pro U Media ini, disebut-sebut sebagai buku terjemahan terbaik untuk judul asli dari kitab Manhaj at-Tarbiyyah an-Nabawiyyah lith Thifl.

Ketika saya membaca buku ini, memang terasa beda. Bahasannya komplit. Buku ini membuka wawasan seputar mendidik anak yang semuanya diambilkan dari hadits nabi dan atsar sahabat. Saya terpesona. Tak bisa dipungkiri, bisa kita sebut buku ini sebagai kumpulan hadits atau kisah Nabi Saw mengenai bagaimana mendidik dan berinteraksi dengan anak. Meski tema khususnya mendidik anak, namun bahasan mengenai pasangan tak hilang begitu saja. Ada satu bab yang khusus membincangkan mengenai calon pengantin di dalamnya. Untuk menunjang tema ini, saya merekomendasikan beberapa buku lain, seperti Psikologi Pernikahan karya Muhammad Iqbal, Ph.D. dan beberapa karya psikologi lainnya yang ditulis oleh beliau. Loh, kok malah jadi nambah banyak?

Terakhir, rekomendasi saya jatuhkan pada buku Ikhlas karya Syaikh Yusuf al-Qaradhawi. Di penerbit Aqwam grup (Istanbul) judul terjemahannya: Ikhlas & Tawakkal. Sementara di penerbit Mizan, diberi judul Energi Ikhlas. Saya membaca buku ini di saat awal-awal kuliah (versi terjemah Mizan) dengan modal meminjam milik kakak tingkat, sebelum akhirnya kini punya bukunya sendiri (versi Istanbul). Tapi saya akui bahwa buku itu benar-benar memberi pengaruh kuat, khususnya untuk mengoreksi semua amalan kita: sudahkah kita ikhlas karena-Nya? Refleski semacam ini tentu saja begitu dibutuhkan menjelang pergantian tahun yang selalu disebut-sebut dengan: perubahan, perubahan, perbaikan, perbaikan. Meski alangkah lebih baik tak dilakukan ketika pergantian tahun saja. Sudah semestinya bisa kita refleksikan setiap hari. Setelah membaca buku tersebut, kalian pasti akan ngelus dada dan beristighfar. Itu yang saya rasakan.

Lalu untuk melengkapinya, akan lebih baik jika kita menambah beberapa daftar bacaan tema tasawuf karya Syaikh al-Qaradhawi lainnya, seperti buku Risalah Tobat (Istanbul) dan buku Sabar (ada versi Robbani Press, ada juga versi terjemah Gema Insani Press). Saya menyebut ketiga buku ini sebagai seri tasawuf beliau.

Kiranya, cukup demikian. Tak perlu banyak-banyak, cuku tiga saja. Mohon maaf jika tulisan ini tak begitu penting. Semoga dengan daftar bacaan tersebut, bisa memotivasi kita untuk terus menjadi pribadi yang (berakhlak) baik seiring dengan berkurangnya usia kita di dunia melalui pergantian tahun yang akan segera kita lihat (Insya Allah).

Sekali lagi, ini rekomendasi yang sifatnya subjektif. Mungkin kalian punya lebih banyak rekomendasi buku menarik lainnya. Saya pikir akan bagus sekali jika kalian juga membagikannya kepada orang lain. []

 

Viki Adi N

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *