Menulis

Gerakan

Saya masih ingat sekali salah satu alasan para pendiri menubuhkan Gaza Library Publishing adalah keinginan untuk menyebarluaskan gagasan gerakan Islam khususnya Tarbiyah (T besar). Tentu itu tak terlepas dari ketersinggungan aktivitas para pendirinya di kampus. Meski itu hanya salah satu saja karena visi besar sebenarnya adalah soal menerbitkan gagasan dan narasi kebangkitan. Jadi ini bukan […]

Gerakan Read More »

Netral

Dulu, dengan polosnya saya pernah berpikir demikian. Penulis itu harus netral, tidak memihak, dan “objektif”. Begitu juga soal ilmu (pengetahuan) saya meyakininya dengan remang-remang dan agak ragu; Ilmu itu netral. Namun pada faktanya tidak begitu. Setiap penulis membawa ideologi yang tertanam dalam dirinya. Setiap penulis memiliki pandangan hidup di dalamnya. Demikian juga dengan ilmu, setiap

Netral Read More »

Rajin

Rajin pangkal pandai? Saya yakin kalian pernah mendengar itu di masa sekolah dasar. Entah benar atau tidak, tapi nyatanya orang yang rajin―yakni orang yang selalu melakukan suatu hal berulang-ulang kemudian tak lupa dengan perbaikan―bisa menyamai orang yang pandai lebih awal. Kaidah ini sepertinya memang berlaku umum. Dalam dunia kepenulisan pasalnya juga demikian. Semakin banyak dan

Rajin Read More »

Menulis untuk Melawan

Rasanya, menulis untuk melawan itu lebih bersahaja dibanding hanya berkomentar ketus dan sinis. Misalnya saja ketika RUU P-KS pertama kali meluncur dan menjadi buah bibir publik. Para pendukung RUU ini, khususnya para kaum feminis dan kawan-kawannya rajin sekali membuat tulisan-tulisan baik versi media sosial (panjang tapi putus-putus) maupun yang versi panjang beneran. Namun sebaliknya, dari

Menulis untuk Melawan Read More »

Menguraikan Pikiran

Tiba-tiba saja kalian menulis buku. Peminatnya banyak. Lalu ada seorang pembeli yang bertanya, “Bagaimana memulai menuliskannya?” Sekarang, coba posisikan kalau kalian adalah orang yang sedang bertanya. Saya yakin kita semua di sini ingin sekali menuangkan gagasan dan pikiran-pikiran ke dalam sebuah tulisan. Hanya saja terkadang bingung memulainya dari mana. Sebenarnya kalian tak perlu risau soal

Menguraikan Pikiran Read More »

Menulis dan Perburuan Buku

Menulis dan perburuan buku, apa ada hubungannya? Kalau dihubungkan tentu saja ada. Sebenarnya ini pengalaman saya pribadi. Setiap kali saya menulis buku―yang kebanyakan isinya kumpulan esai―, untuk menunjang dan menguatkan argumennya maka biasanya saya melakukan apa yang disebut dalam judul tulisan ini, yakni perburuan buku. Pastinya, itu dilakukan ketika di rak buku saya pribadi tak

Menulis dan Perburuan Buku Read More »

Trik Sederhana Menghidupkan Esai

Keminderan penulis (baru) ketika akan membagikan tulisannya ke publik salah satunya dikarenakan tidak percaya diri apakah tulisannya sudah enak dibaca dan mudah dimengerti oleh banyak orang atau justru malah sebaliknya, kacau, membingungkan, dan ah sudahlah. Persoalan ini memang wajar adanya. Sekarang, kita tidak perlu minder lagi. Di tulisan yang cukup singkat ini saya ingin berbagi

Trik Sederhana Menghidupkan Esai Read More »

Esai Tanpa Rujukan

Terkadang para “calon” penulis atau penulis baru mempertanyakan para esais yang tidak memakai rujukan secara langsung di dalam esai-esainya, “Apakah itu shahih dan dibenarkan?” Jawaban ini ialah “tidak bisa” jika yang ditulis itu jenis “esai ilmiah” yang biasa kita lihat dalam jurnal misalnya, atau esai yang biasa dilombakan. Tetapi untuk esai bebas―saya lebih suka menyebutnya

Esai Tanpa Rujukan Read More »

Bahasa Lisan

Agaknya ini cukup menarik dalam dunia tulis menulis. Bahasa lisan ialah bahasa yang sering dipakai oleh penulis baru. Tapi jangan minder dulu, ternyata banyak penulis kenamaan yang juga menggunakannya. Semisal esai-esai yang ditulis Soekarno, isinya pasti meletup-letup. Tulisannya seperti orang yang sedang naik mimbar dan berpidato didepannya. Memang sudah kebiasaannya ketika naik mimbar, ia menyiapkan

Bahasa Lisan Read More »

Mengungkap Kegelisahan

Bayangan sebagain orang tentang menulis itu layaknya menyusun pasal demi pasal, bab demi bab, terstruktur formal, dan sebagainya. Bayangannya itu jatuh pada karya ilmiah. Padahal, karya ilmiah hanyalah salah satu dari sekian banyak apa yang bisa ditulis. Di era media sosial, sebenarnya saya mendapati banyak sekali muda-mudi milenial yang mampu mengeluarkan kata-katanya, dari yang puitis,

Mengungkap Kegelisahan Read More »