Yang Perlu Diketahui

Pernah suatu ketika di beranda media sosial muncul foto-foto buku berjudul  matinya kepakaran. Sudah lama, saya tak ingat tahunnya. Saya sendiri belum pernah membacanya sampai sekarang apalagi memiliki bukunya. Pertama kali ingat dengan tema kepakaran adalah sertifikasi Anggota Biasa 1 di KAMMI (salah satu organisasi gerakan mahasiswa Islam). Itupun hanya sambil lalu. Lalu lebih menegaskan […]

Yang Perlu Diketahui Read More »

Tentang Ekstremitas

Beberapa hari lalu saya sedang membaca kumpulan tulisan lama di buku as-Shahwatul Islamiya Ru’yatu nuqadiyatu minal daakhili yang diterbitkan di Indonesia melalui penerbit GIP tahun 1998. Sebagai buku lawas yang dihargai setara dengan nasi ayam bakar versi lite, tentu riang gembira rasanya. Saya sudah punya buku ini lama, cuma agak malas saja untuk membukanya. Menarik

Tentang Ekstremitas Read More »

Gerakan

Saya masih ingat sekali salah satu alasan para pendiri menubuhkan Gaza Library Publishing adalah keinginan untuk menyebarluaskan gagasan gerakan Islam khususnya Tarbiyah (T besar). Tentu itu tak terlepas dari ketersinggungan aktivitas para pendirinya di kampus. Meski itu hanya salah satu saja karena visi besar sebenarnya adalah soal menerbitkan gagasan dan narasi kebangkitan. Jadi ini bukan

Gerakan Read More »

Netral

Dulu, dengan polosnya saya pernah berpikir demikian. Penulis itu harus netral, tidak memihak, dan “objektif”. Begitu juga soal ilmu (pengetahuan) saya meyakininya dengan remang-remang dan agak ragu; Ilmu itu netral. Namun pada faktanya tidak begitu. Setiap penulis membawa ideologi yang tertanam dalam dirinya. Setiap penulis memiliki pandangan hidup di dalamnya. Demikian juga dengan ilmu, setiap

Netral Read More »

Rajin

Rajin pangkal pandai? Saya yakin kalian pernah mendengar itu di masa sekolah dasar. Entah benar atau tidak, tapi nyatanya orang yang rajin―yakni orang yang selalu melakukan suatu hal berulang-ulang kemudian tak lupa dengan perbaikan―bisa menyamai orang yang pandai lebih awal. Kaidah ini sepertinya memang berlaku umum. Dalam dunia kepenulisan pasalnya juga demikian. Semakin banyak dan

Rajin Read More »

Rajin

Rajin pangkal pandai? Saya yakin kalian pernah mendengar itu di masa sekolah dasar. Entah benar atau tidak, tapi nyatanya orang yang rajin―yakni orang yang selalu melakukan suatu hal berulang-ulang kemudian tak lupa dengan perbaikan―bisa menyamai orang yang pandai lebih awal. Kaidah ini sepertinya memang berlaku umum. Dalam dunia kepenulisan pasalnya juga demikian. Semakin banyak dan

Rajin Read More »

Menjadi Konsisten

Dalam buku Atomic Habits karya James Clear, diceritakan banyak kisah keberhasilan atas konsistensinya melaksanakan hal-hal kecil setiap hari. Dahsyatnya pencapaian yang ada dalam kehidupan didapatkan dari melakukan berbagai hal yang dianggap remeh temeh bagi sebagian orang, seperti membiasakan bangun pagi daripada begadang bermain gim misalnya. Membaca buku itu awalnya agak membuat heran, mengapa di bagian

Menjadi Konsisten Read More »

Menuju Empat Tahun Gaza Library Publishing

Sebenarnya, milad Gaza masih lama. Tepatnya bulan Maret. Namun, perhelatan untuk meramaikannya biasanya kami (penerbit) “sajikan” beberapa bulan sebelumnya. Pada milad yang ke empat, kami memulainya dari bulan ini sama seperti milad tahun lalu. Sebenarnya saya “agak” lupa soal milad Gaza. Pikiran saya sedang banyak di akhir tahun ini. Entah soal buku yang belum kelar-kelar,

Menuju Empat Tahun Gaza Library Publishing Read More »

Fathul Qarib dan Perjalanan Hidup

Sekilas mendengar kata Fathul Qarib rasanya tak asing bagi kalangan umat muslim Indonesia khususnya bagi warga Nahdliyin. Kitab fikih fenomenal madzhab Syafi’i ini begitu populer lantaran sudah menjadi tradisi mempelajarinya dari waktu ke waktu. Kitab ini dikarang oleh Syeikh Ibnu Qasim Al Ghazi (w. 918 H) yang merupakan syarah dari kitab Al Fadhi At-Taqrib yang

Fathul Qarib dan Perjalanan Hidup Read More »

Menulis untuk Melawan

Rasanya, menulis untuk melawan itu lebih bersahaja dibanding hanya berkomentar ketus dan sinis. Misalnya saja ketika RUU P-KS pertama kali meluncur dan menjadi buah bibir publik. Para pendukung RUU ini, khususnya para kaum feminis dan kawan-kawannya rajin sekali membuat tulisan-tulisan baik versi media sosial (panjang tapi putus-putus) maupun yang versi panjang beneran. Namun sebaliknya, dari

Menulis untuk Melawan Read More »