Gerakan Islam

Kekuasaan dan Kesumat

Jika kita mencermati atau membuka-buka kembali sejarah Indonesia silam misalnya, maka kita akan mendapati proses perpolitikan yang (cukup) berdarah-darah. Mungkin, cerita Ken Arok dan Ken Dedes telah terlalu familiar di kalangan kita. Bagaimana dengan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia? Ternyata tak jauh berbeda. Tak hanya intrik politik internal, intrik politik eksternal juga berlaku demikian. Bahkan sesama […]

Kekuasaan dan Kesumat Read More »

Islam dan Oposisi

Rasa-rasanya, Islam kini selalu menjadi oposisi. Pernyataan ini seolah-olah memang ada benarnya jika kita melihat dari apa yang dimaksud oposisinya. Pemerintahan Islam sekalipun, dalam sejarahnya tetap diwarnai oposisi oleh sebagian umat Islam itu sendiri kecuali di masa Nabi Saw. Itu jelas. Nabi berpandukan dan dibimbing wahyu secara langsung. Tak ada umat yang akan membangkang. Semua

Islam dan Oposisi Read More »

Yang Perlu Diketahui

Pernah suatu ketika di beranda media sosial muncul foto-foto buku berjudul  matinya kepakaran. Sudah lama, saya tak ingat tahunnya. Saya sendiri belum pernah membacanya sampai sekarang apalagi memiliki bukunya. Pertama kali ingat dengan tema kepakaran adalah sertifikasi Anggota Biasa 1 di KAMMI (salah satu organisasi gerakan mahasiswa Islam). Itupun hanya sambil lalu. Lalu lebih menegaskan

Yang Perlu Diketahui Read More »

Tentang Ekstremitas

Beberapa hari lalu saya sedang membaca kumpulan tulisan lama di buku as-Shahwatul Islamiya Ru’yatu nuqadiyatu minal daakhili yang diterbitkan di Indonesia melalui penerbit GIP tahun 1998. Sebagai buku lawas yang dihargai setara dengan nasi ayam bakar versi lite, tentu riang gembira rasanya. Saya sudah punya buku ini lama, cuma agak malas saja untuk membukanya. Menarik

Tentang Ekstremitas Read More »

Politik: Antara Idealis dan Realistis

Ketika saya mengikuti diskusi buku Muqaddimah Ibnu Khaldun yang langsung dibersamai oleh penerjemahnya, yakni Pak Ahmadie Thaha, sebenarnya saya cukup kaget. Pasalnya nama Ibnu Khaldun adalah sosok yang seperti itu. Memang, sebelumnya saya cuma membaca tentang Khaldun dari sedikit sumber saja. Di akhir hidupnya, Khaldun adalah seorang ilmuwan. Namun di masa mudanya, ia adalah politikus

Politik: Antara Idealis dan Realistis Read More »

Pelajaran dari Thaliban

Setelah Thaliban menguasai (kembali) Afghanistan, beragam analisis dari pengamat Timur Tengah, politik, hubungan internasional, sampai para netizen bermunculan. Dari yang mulai cemas akan kebangkitan terorisme sampai yang berharap pada adanya gerakan Islam Sunni sukses yang memimpin negara. Semua ada, warna-warni pula. Terlepas dari itu semua—sebagai orang yang mencoba melihatnya tanpa tendensius apapun—saya melihat ada beberapa

Pelajaran dari Thaliban Read More »

Pemikiran al-Banna dalam Pandangan Fathi Yakan

Sebenarnya saya meyakini bahwa seluruh orang yang melihat pemikiran al-Banna tidak akan menelannya mentah-mentah. Tetapi dugaan saya salah. Ternyata banyak juga yang menelannya mentah-mentah bahkan letterlejk. Seperti sudah pernah saya ulas ditulisan-tulisan yang lalu, keterjebakan itu akhirnya membuat semua realitas yang ada didepannya serba salah dan tak ada kompromi sama sekali. Padahal kalau kita mencermati

Pemikiran al-Banna dalam Pandangan Fathi Yakan Read More »

Tiga Hal yang Harus Dimiliki oleh Seorang Pemimpin

Mendaras Kitab Siyasah Syar’iyah Merdeka! Indonesia telah berumur 76 tahun sebagai negara merdeka. Selama 76 tahun itu pula, negara kita sudah berganti pemimpin dengan gaya kepemimpinannya masing-masing. Namun, tulisan ini tak akan membahas hal itu. Pada kesempatan yang berbahagia ini—sebagai bagian dari refleksi kemerdekaan—saya hanya ingin mengulas tiga hal mendasar yang harus dimiliki oleh seorang

Tiga Hal yang Harus Dimiliki oleh Seorang Pemimpin Read More »

Pada Sebuah Bahtera Politik

Saya sedang teringat dengan esai lama yang ditulis Anis Matta dengan judul: Memilih Pemimpin Sesuai Era Dakwahnya. Tulisan itu mengupas ingatan dirinya sebagai penerjemah sekaligus peneman Syaikh Yusuf al-Qaradhawi yang datang ke Indonesia di tahun 1999. Kunjungan orang Ikhwan ini ke Indonesia ialah ingin bertemu banyak tokoh (Islam). Sampai ia kembali, ada satu tokoh yang

Pada Sebuah Bahtera Politik Read More »