Penjual Wifi yang Baik Hati
Senin malam, pukul 21.00, kulewati jalan desa yang sepi, namun masih ada tanda-tanda kehidupan. Ada sebuah warung yang masih buka, beberapa orang berada di depan rumah. Berjalan menuju ke selatan, ku tengok ke kiri jalan. Beberapa anak sedang ngedumel tidak jelas, seperti marah-marah, tapi tidak. Diangkatlah kedua tangan mereka ke depan dada, dengan jari jempol […]
Penjual Wifi yang Baik Hati Read More »
