Jangan Menggunakan Kata Ini, Jika Tidak Ingin Kena Dampaknya

Diriku pernah berada di lingkungan yang sangat mudah menggunakan kata-kata berikut ini,

Bla bla blaa, Janc*k
Bla bla blaa, Anj*ng
Bla bla blaa, B*go

Seakan-akan kata tersebut harus ada disetiap ujung kalimat. Jika kata tersebut tidak muncul, seperti ada yang kurang.

Di sebagian kalangan, hal tersebut sudah menjadi lifestyle. Merasa dirinya keren jika menambah imbuhan kata tersebut disetiap ia berucap.

Bagi sebagian orang, apabila mendengar kata-kata tersebut. Akan panas kupingnya. Dan bagi mereka yang mempunyai hati lembut, seakan tercabik-cabik hatinya karena menganggap kata-kata tersebut seharusnya tidak patut untuk dilontarkan.

Diriku juga pernah berada di lingkungan yang senantiasa menggunakan kata-kata berikut ini,

Bla bla blaa, Subhanallah
Bla bla blaa, MasyaAllah
Bla bla blaa, Astagfirullah
Bla bla blaa, Alhamdulillah

Adem sekali yaa…. jika berada di lingkungan tersebut. Senantiasa menggunakan kata-kata yang mulia untuk terselip di setiap kalimat.

Itulah kata-kata yang ringan untuk diucapkan, namun berat di timbangan.

Menggemakan pujian kepada Sang Pencipta, untuk mensucikanNya, dan juga mengesakanNya.

“Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai Allah Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat ‘Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’ (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).”
(HR Bukhari dan Muslim)

Keduanya memerlukan energi yang sama untuk mengucapkan. namun memiliki dampak yang sangat berbeda.

Yuk. Ganti haya baru dalam obrolan.

@usman_useman

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *