Pertanyaan yang sering timbul dalam benak banyak orang di antara kita adalah apa perbedaan antara Iblis, setan, dan jin? Sebelumnya, kita perlu tahu bahwasanya manusia dan jin itu memiliki kesamaan dari sisi memiliki akal dan hawa nafsu, sehingga dari kalangan manusia maupun jin, ada yang baik dan ada yang tidak baik, ada yang saleh dan ada yang tidak saleh.
Allah ﷻ berfirman tentang para jin,
﴿وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا﴾
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami (para jin) menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin: 11)
Iblis asalnya termasuk golongan jin, hanya saja perbedaannya adalah Iblis adalah golongan jin yang ditangguhkan umurnya oleh Allah ﷻ, sedangkan jin secara umum tidak ditangguhkan umurnya sehingga mereka juga mati sebagaimana manusia. Dari sini, Iblis asalnya masuk dalam golongan jin yang jahat, hanya saja mereka termasuk jin yang ditangguhkan umurnya dibandingkan jin jahat lainnya.
Adapun setan, yang harus kita ketahui bahwa setan adalah sebutan untuk sifat yang buruk. Sehingga, dari sini kita bisa klasifikasikan bahwa Iblis adalah pemimpin para setan, jin jahat yang tidak ditangguhkan umurnya juga setan yang merupakan anak buah Iblis. Oleh karena setan adalah sifat, maka manusia yang jahat juga disifati sebagai setan (anak buah Iblis), sebagaimana firman Allah ﷻ,
﴿وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا﴾
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am: 112)
Manusia jahat yang juga disebut sebagai setan (anak buah Iblis) asalnya tidak sadar bahwa ia diperintah oleh Iblis untuk menjerumuskan manusia. Oleh karena itu, betapa banyak kita dapati bersifat buruk dan ingin agar orang-orang terjatuh dalam keburukan seperti kesyirikan dan berbagai macam maksiat. Maka sesungguhnya mereka adalah setan dari kalangan manusia, di mana mereka juga adalah anak buah Iblis.
Setelah mengetahui perbedaan antara Iblis, jin, dan setan, maka kita sampai pada kesimpulan bahwasanya yang menggoda nenek moyang kita, Nabi Adam ‘alaihissalam adalah Iblis, yang di mana ia adalah golongan Jin yang ditangguhkan usianya hingga hari kiamat.
Dari sini, kita menyadari bahwa usia Iblis hingga saat ini tentunya sudah ribuan tahun atau bahkan lebih lama daripada itu, karena kita tidak tahu berapa masa dari Nabi Adam ‘alaihissalam hingga saat ini. Kemudian, hal ini menunjukkan bahwasanya Iblis sudah sangat pakar dalam menggoda manusia karena banyaknya pengalaman yang ia lalui hingga saat ini.
Iblis dengan segala pengalamannya tersebut, tentu ia sudah tahu dan paham bagaimana cara menggoda para dai, ulama, orang saleh, pejabat, orang miskin, para suami, para istri, para anak muda, dan yang lainnya, dan ia telah berhasil menyesatkan banyak orang sejak dahulu. Oleh karenanya Allah ﷻ berfirman,
﴿وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ﴾
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia.” (QS. Al-A’raf: 179)
Di antara keberhasilan Iblis yang bisa kita lihat adalah Fir’aun. Sampai-sampai para ulama mengatakan bahwa Iblis pun kalah dengan manusia, karena Fir’aun berani mengatakan dirinya sebagai Tuhan, adapun Iblis tidak berani mengatakan dirinya sebagai Tuhan, karena ia tahu bahwa Tuhannya adalah Allah.
Anggraeni Dian Puspita Sari
