Banyak orang terjebak pada hal yang tidak bisa mereka pilih. Memilih untuk ingin memiliki hidung yang mancung, kulit yang putih, postur tubuh yang panjang, rambut lurus, dan perkara rupa lainnya.
Padahal manusia diciptakan dengan berbagai bentuk sesuai kadarnya. Hal tersebut sudah ditetapkan sedari awal. Sudah bawaan lahir. Jadi terimalah.
Tak perlu juga untuk bersedih hati akan hal tersebut. Bahkan sampai mengeluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk mengubah hal yang sudah ditetapkan sejak dari dulu.
Padahal, justru lebih banyak hal yang bisa untuk dipilih dan diperjuangkan. Seperti karya, kecerdasan, pendidikan, kebermanfaatan, kehormatan, prestasi, keimanan dan ketaqwaan.
Sosok manusia hebat pada zamannya. Justru dikenang dan dijadikan inspirasi bukan karena rupanya. Melainkan karena karya, kebermanfaatan, dan tauladannya.
Imam Nawawi. Penulis karya fenomenal, Kitab Riyadhus Shalihin. Kitab kumpulan hadist yang menjadi rujukan muslim seluruh dunia. Tidak terbayang seberapa banyak pahala penulisnya. Menjadi amal jariyah baginya.
Meskipun Imam Nawawi sudah tidak ada di dunia. Namun kebermanfaatannya masih dapat terasa.
Tidak ada yang peduli tentang sosok rupanya. Namun beliau mampu menjadi sosok inspirator dan teladan bagi banyak manusia.
Rupa hanya bertahan sementara, ketika usia sudah menginjak fase tua.
Berbeda dengan karya, mampu bertahan abadi.
Selamat berkarya. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi semesta.
@usman_useman
