Senin malam, pukul 21.00, kulewati jalan desa yang sepi, namun masih ada tanda-tanda kehidupan. Ada sebuah warung yang masih buka, beberapa orang berada di depan rumah. Berjalan menuju ke selatan, ku tengok ke kiri jalan. Beberapa anak sedang ngedumel tidak jelas, seperti marah-marah, tapi tidak. Diangkatlah kedua tangan mereka ke depan dada, dengan jari jempol yang aktif bekerja.
“@#!$%^&*(!@#$)”, ucap mereka. You know what? You must be understand what I mean. Yup, para gamers sedang asyik bermain dengan gawai mereka. Apakah Anda pernah menemui pecandu game yang berkata lembut dan sopan saat main game? Jika Anda adalah salah satunya, selamat, karena Anda tidak terkena virus “berkata kasar”. Di tempat yang lain, sebuah warnet di tepi jalan, masih buka hingga ~entah jam berapa~ yang jelas bukan jam 7 malam.
Buku berjudul ‘Dunia tanpa Sekat’ sedikit banyak sudah mengulas berbagai pro dan kontra dunia digital saat ini. But, here, We don’t wanna talk about internet users, tapi kepada para pengusaha internet, terutama pengusaha WiFi dan warnet. Ya, di sinilah kami lebih merasa ironi ketimbang membahas masalah para pecandu game yang memang sudah jelas pelakunya adalah anak-anak yang masih belajar mengendalikan diri.
Penjual WiFi yang baik hati, kami paham, Anda adalah seseorang yang bertanggung jawab, mencari nafkah untuk keluarga Anda. Tapi bisakah Anda Kembali memikirkan nasib bangsa ini bertahun-tahun ke depan? Jika Anda tidak memberikan batasan waktu kepada anak-anak (yang notabene masih bersekolah) untuk menyewa jasa WiFi Anda, bagaimana mereka akan mampu mengendalikan diri mereka sendiri? Bermain itu perlu, namun semua harus ada batasnya. Jika anak-anak belum bisa membatasi diri mereka sendiri, tolong bantu mereka untuk melakukannya.
Penjual WiFi yang baik hati, kami yakin, Anda sama sekali tidak bermaksud menghancurkan masa depan bangsa ini. Tapi apa yang Anda lakukan secara tidak langsung membiarkan anak-anak sekolah lebih kecanduan lagi, datang terlambat ke sekolah, dan bahkan sering tidak masuk. Jika begitu, bagaimana mereka mampu menjadi lulusan yang berkualitas?
Penjual WiFi yang baik hati, maukah Anda membantu bangsa ini untuk semakin maju dan dapat mengisi kemerdekaan dengan baik? Jika iya, kami mohon anggap anak-anak itu adalah keluarga Anda. Kami yakin, Anda menginginkan yang terbaik untuk keluarga Anda. Jika begitu, kami mohon, berikan batasan, jam berapa anak-anak sudah harus pulang ke rumah.
Penjual WiFi yang baik hati, semoga Allah melimpahkan berkah kepada Anda dan keluarga karena sudah membantu menciptakan lingkungan yang kondusif. Sekian, dan terima kasih.
oleh: Dewi Setiowati
