Belajar Tentang “Kita”

Kita adalah kata benda jamak yang sering ditemui dalam pelajaran bahasa Indonesia. Kata benda kita menunjukkan “orang” lebih dari satu atau kumpulan dari beberapa orang. Kali ini aku tidak berbicara tentang linguisitk bahasa atau apapun. Aku berbicara tentang sebuah komunitas yang pastinya bisa dijumpai di setiap penjuru kampus. Aku, mayuki, tertarik membahas kampus satu ini. […]

Belajar Tentang “Kita” Read More »

Syariatisasi’ dan Objektivikasi: Membaca Maratibul Amal

Seorang mahasiswa sekaligus aktivis dakwah kampus (baru) yang kali pertama mengenal konsep maratibul amal-nya Hasan al-Banna kemungkinan besar akan cenderung kebablasan belok kanannya. Khususnya pada tahap pemerintahan Islam sampai ustadziyatul a’lam. Mereka masih letterlejk dan tidak melihat realitas di depannya. Wajar sebenarnya, mengingat ini pertemuan perdananya dengan tulisan Sang mursyid pertama. Anehnya kalau sepanjang perjalanannya,

Syariatisasi’ dan Objektivikasi: Membaca Maratibul Amal Read More »

Pelajaran dari Demokrasi

Kini, kita hidup di alam demokrasi. Demokrasi sebenarnya adalah alam kebebasan. Semua ide di sini ada. Pergumulan ide, gagasan, wacana, semua terbuka. Dari mulai yang ‘kiri’ sampai yang kanan, semua ada. Tetapi kebebasan itu tetap ada batasnya, yakni aturan negara. Ketika negara kita mengalami reformasi, semua ide akan Indonesia masa depan muncul. Era keterbukaan hadir.

Pelajaran dari Demokrasi Read More »

Selamat Tinggal Politik Identitas?

Suatu ketika, saya pernah meyakini bahwa pemilu 2019 akan dimenangkan oleh kelompok Islam. Soal pemilihan presiden misalnya. Faktanya: gagal! Waktu itu saya benar-benar yakin pasti menang, pasalnya di pilkada DKI, Anis-Sandi yang waktu itu didukung oleh kelompok Islam menang. Kalian pasti tahu peristiwa sebelumnya, bagaimana Ahok kala itu skak-mat. Demo dimana-mana. Hampir ekskalasi aksi kala

Selamat Tinggal Politik Identitas? Read More »