Esai

Posisi Ilmuwan dalam Negara

Peran para ilmuwan dalam politik begitu penting. Maksudnya bukan peran sebagai “politisi”, tetapi perannya sebagai ilmuwan, sebagai praktisi, sebagai pakar dalam memberikan pandangan pada bidang yang dikuasainya untuk diturunkan menjadi kebijakan negara. Kalau dalam suatu negara para ilmuwan mendapatkan tempat di hati penguasa dalam hal tersebut, besar kemungkinan negara akan maju dan makmur. Namun sayang, […]

Posisi Ilmuwan dalam Negara Read More »

Menumbuhkan Jiwa Patriotisme Siswa

Oleh: Muhammad Iqbal (Guru SMP IT Al Kahfi) Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau “heroism” dan “patriotism” dalam bahasa Inggris (Wikipedia). Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patriotisme adalah sikap seseorang

Menumbuhkan Jiwa Patriotisme Siswa Read More »

Mengokohkan Langkah

Setiap daun yang gugur telah diatur. Tumbuhnya tunas baru pun telah diatur. Setiap yang gugur pasti ada penggantinya. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Silih bergantinya teman berjuang itu adalah kepastian. Di jalan dakwah, Allah hadirkan teman dalam indahnya ukhuwah. Dia mengerti kekurangan dan kelemahan kita, tapi selalu memberi percaya. Dia paham lelah dan jatuhnya kita,

Mengokohkan Langkah Read More »

Menilik Kembali Sistem Pendidikan Kita (1)

Seperti yang kita ketahui Bersama, bahwa WAJAR (Wajib Belajar) 12 tahun yang ditetapkan pemerintah untuk seluruh rakyat Indonesia sejak tahun ajaran 2015/2016 ini berfokus pada upaya pemerataan akses pendidikan di negara kita. Hingga pada tahun 2019 Menteri Pendidikan yang baru yaitu Nadiem Makarim mencetuskan program “Merdeka Belajar” dari tingkat pendidikan bawah hingga perguruan tinggi. Bagi

Menilik Kembali Sistem Pendidikan Kita (1) Read More »

Politik: Antara Idealis dan Realistis

Ketika saya mengikuti diskusi buku Muqaddimah Ibnu Khaldun yang langsung dibersamai oleh penerjemahnya, yakni Pak Ahmadie Thaha, sebenarnya saya cukup kaget. Pasalnya nama Ibnu Khaldun adalah sosok yang seperti itu. Memang, sebelumnya saya cuma membaca tentang Khaldun dari sedikit sumber saja. Di akhir hidupnya, Khaldun adalah seorang ilmuwan. Namun di masa mudanya, ia adalah politikus

Politik: Antara Idealis dan Realistis Read More »

Berlian yang Diperjuangkan

Nikmat hidayah sungguh sangat indah. Allah yang membolak-balik hati manusia. Hanya Allah yang mampu memberikan hidayah. Hidayah datang dari arah mana saja. Datang bersama limpahan nikmat-Nya. Datang setelah mendengar keindahan firman-firman-Nya. Ada pula yang datang setelah kehilangan harta atau orang tercinta. Ada yang datang dengan cepat. Dan ada yang membutuhkan waktu yang begitu panjang. Seperti

Berlian yang Diperjuangkan Read More »

Harapan Diantara Ketidaklogisan

Manusia dibekali dengan otak yang membuatnya dapat berfikir logis. Namun, seringkali Allah memunculkan sesuatu yang tidak logis bagi manusia. Contohnya ialah ketika perang badar pasukan muslim yang berjumlah 300 orang mampu mengalahkan pasukan kafir quraish yang berjumlah 1000 orang, sungguh itu sesuatu yang tidak logis bagi akal manusia. Tidak hanya sekali, Allah memunculkan peristiwa-peristiwa yang

Harapan Diantara Ketidaklogisan Read More »

Mencoba Mengambil Ibroh

Dalam setiap kondisi yang kita alami, kerapkali tidak sesuai dengan harapan dan keinginan hati. Banyak kejadian tak terduga bahkan diluar perkiraan yang membuat ubun-ubun semakin berasap karena marah, menangis kecewa dan tak terima. Kita sering mengutuk keadaan, menyalahkan takdir lalu mencaci maki hingga amarah kita terpuaskan. Begitulah ketika manusia dibawah kendali penuh hawa nafsu, tak

Mencoba Mengambil Ibroh Read More »

Korelasi Batu dan Hati

Pembunuhan karakter pada batu terjadi dimana-mana, batu dianggap sebagai sesuatu yang keras dan tak dapat diubah. Apabila batu dapat berbicara, mungkin dia akan banyak protes karena tidak terima. Padahal batupun bisa berlubang dan pecah apabila ditetesi oleh air terus-menerus. Bahkan bongkahan batu seukuran lapangan sepakbola dapat terkikis dan hancur ketika meluncur cepat bergesakan dengan atmosfer

Korelasi Batu dan Hati Read More »

Mengambil Momentum

Manusia mempunyai masa hidup relatif berbeda-beda. Tentu saja karena kita mempunyai batas perjalanan dalam hidup ini. Batas yang telah ditentukan kapan kita berhenti berjuang. Batasan itu adalah kematian. “Kullu nafsin dzaiqatul maut.”  Rasulullah Saw mengatakan umur umatnya rata-rata adalah 60 tahun. Begitulah kita masa hidup tak panjang. Ternyata momennya sementara. Lantas sebenarnya apa sih yang

Mengambil Momentum Read More »