Setiap daun yang gugur telah diatur. Tumbuhnya tunas baru pun telah diatur. Setiap yang gugur pasti ada penggantinya. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Silih bergantinya teman berjuang itu adalah kepastian.
Di jalan dakwah, Allah hadirkan teman dalam indahnya ukhuwah. Dia mengerti kekurangan dan kelemahan kita, tapi selalu memberi percaya. Dia paham lelah dan jatuhnya kita, tapi tak hentinya meyakinkan untuk bangkit. Dia tahu betapa bodoh dan tak stabilnya iman kita, tapi bukan cela yang terucap melainkan untaian kata bermakna.
Begitu indah cinta dalam jalan dakwah. Hadirkan cinta pada porsi yang tetap. Jika Allah menghendaki berpisah jarak maka tak kan timbul masalah. Jika Allah menghendaki berganti dengan yang baru, kita mudah menamankan cinta dan merawatnya.
Adalah wajar jika merasa kehilangan. Mengikhlaskan adalah jalan terbaik. Bukan berarti melupakan ukhuwah begitu saja. Namun, selalu mengikatnya dalam setiap doa.
Allah hadirkan teman berjuang sebatas untuk mengokohkan langkah, bukan untuk bergantung. Jangan sekali-kali bergantung pada manusia jika tak mau terus kecewa.
Siapa pun yang membersamai kita dan kita bersamai dalam jalan dakwah, jagalah dia. Lalu terus melangkah berdampingan tanpa henti.
Eni, Astuti. Sukoharjo, 5 September 2021
