Renungan Diri

Di dalam hidup yang supur-duper cepat seperti sekarang ini. Dimana informasi apapun bisa kita dapat dalam hitungan detik. Dan era globalisasi atau westernisasi yang ramai digaungkan oleh sebagian kalangan. Oleh sebab itu perlu adanya perenungan dari setiap apa yang kita kerjakan, memilah dan memilih diantara kegiatan yang dilakukan sehari-hari masihkah tetap di jalur apa yang […]

Renungan Diri Read More »

Keluh Kesahku Terhadap Dunia Pertanian

Semenjak SMA, saya pernah memiliki keresahan dengan pertanian di Indonesia, khsususnya di daerah sekitar rumah. Ada lahan-lahan pertanian yang berubah fungsinya menjadi pemukiman, industri, dan sebagainya. Dalam tulisan ini, saya ingin menyampaikan keluh kesah saya terhadap sektor pertanian. Saya bukan sarjana pertanian, namun saya sebagai manusia tidak akan lepas dari produk-produk pertanian yang menjadi kebutuah

Keluh Kesahku Terhadap Dunia Pertanian Read More »

Melebarkan Zona Nyaman

Diragukan kemandirian dan keberaniannya. Adalah tahun yang berat ketika si bungsu yang manja harus jauh dari rumah. Berbekal nasehat, “Jika ingin berkembang, keluarlah dari zona nyaman.” Kepayahan memang ada sejak awal perjalanan. Kali pertama keluar zona nyaman, fisik menolaknya. Tak menyerah, barangkali usaha kedua atau ketiga, diri bisa menyesuaikan. Sampai kali kesekian, nyatanya tak mampu

Melebarkan Zona Nyaman Read More »

Penulis, Idealisme, dan Pusaran Kuasa

Layaknya para pejabat negara yang terbagi ke dalam arus pragmatis dan idealis, begitu juga para penulis. Kita ringkas saja begini, pragmatis bertujuan hanya mencari “dunia” semata, sementara idealis bertujuan untuk menyebarkan gagasan-gagasannya. Silakan perluas sendiri makna “dunia”. Jadi, sekarang kita sudah terbayang siapa itu penulis yang idealis. Kalau buzzer? Sebut saja kebalikannya. Memang amat disayangkan

Penulis, Idealisme, dan Pusaran Kuasa Read More »

Berkaca Pada Pak Natsir

Ketika membaca Biografi M. Natsir, salah satu tokoh dan cendikiawan Muslim Indonesia yang ditulis oleh Pak Luman, pada lembar-lembar awal dalam buku tersebut tertulis gambaran singkat M. Natsir dari tokoh dan cendikiawan Indonesia yang hidup sampai saat ini. Mereka menuliskan bahwa biografi M. Natsir yang di tulis oleh Pak Lukaman kali ini adalah tokoh yang

Berkaca Pada Pak Natsir Read More »

Lima Detik Pada Sebuah Jawaban

Dalam sebuah pertanyaan yang diajukan, orang akan diberi waktu yang relatif singkat untuk berpikir dan mengutarakan, mencari kata, berpikir apa yang ada dalam pikirannya tentang sebuah jawaban. Saat aku mendapat sebuah pertanyaan haruslah aku bergegas untuk merespon dan menjawab. Tentulah sebab aku tidak ingin yang bertanya menunggu lama dan berpikir jika aku ini lamban. Persoalan

Lima Detik Pada Sebuah Jawaban Read More »

Posting di Sosmed

Membagikan kisah kehidupan pribadi di sosial media kadangkala memang menyenangkan, orang lain dapat mengetahui aktivitas yang sedang kita kerjakan. Namun, adakalanya kita perlu untuk membatasi diri dalam memposting. Hal ini karena tidak semua postingan yang kita unggah akan berdampak positif bagi semua orang, justru kadangkala akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Kita perlu memfilter

Posting di Sosmed Read More »

Memilih Untuk Tidak Menulis

Banyak orang yang saya kenal gemar membaca atau mengoleksi buku. Ada senior kampus yang begitu demen buku-buku beragam tema keislaman, ada adik-adik yang suka tema pemikiran, filsafat, politik, dan ah semacamnya sampai terkadang buku jurusannya sendiri bisa dihitung jari. Saya sendiri juga pernah mengalaminya. Buku-buku mengenai seni rupa di rak hanya ada beberapa saja. Tak

Memilih Untuk Tidak Menulis Read More »

Domba-Domba Tersesat

Bukan dengan barang fana. Kau membayar dosaku. Dengan darah yang mahal. Tiada noda dan cela. Bukan dengan emas-perak. Kau menebus diriku. Oleh segenap kasih dan pengorbananmu Ku telah mati dan tiada. Cara hidupmu yang lama. Semuanya sia-sia dan tak berarti lagi. hidup ini kuletakkan pada misbahmu, ya Tuhan. Jadilah padaku seperti yang kau ingini Apalah

Domba-Domba Tersesat Read More »

Berlomba Menjadi Paling Toleran

Setiap hari perayaan agama lain (non-Islam) selalu menjadi ajang “toleransi” untuk seluruh penduduk Indonesia, semua berlomba-lomba untuk menjadi manusia paling toleran antar umat beragama. Mengucapkan di media sosial, mengunjungi tempat ibadah, mengadakan dialog antar agama, dan label-label bertajuk toleransi lainnya. Seribu satu cara untuk mengkampanyekan pluralisme agama ini, meskipun sudah difatwakan haram oleh MUI, namun

Berlomba Menjadi Paling Toleran Read More »