Sehasta

Udara menyebarkan suara azan dari berbagai masjid. Satu, dua, tiga orang mulai menyambutnya dengan sorban di pundaknya. Satu, dua, tiga orang yang mulai menua menghampiri dengan memakai mukena. Lalu sayup-sayup suara azan mengecil menelan semesta yang selalu sibuk dengan dirinya.

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Ia adalah orang yang lalai dalam shalatnya dan enggan memberikan bantuan.

Seringkali kita lari ketika harus absen jari. Seringkali kita lari saat dosen sudah berdiri di kelas pagi. Seringkali kita tersenyum dengan baju rapi saat pejabat harus dihampiri. Tetapi bagaimana dengan shalat kita sehari-hari? Apakah masih telat berulang kali?

Ketika azan berkumandang itu pertanda kita harus siap shalat, bukan siap-siap shalat. Bukankah kita akan malu setengah mati saat datang dosen sudah berdiri, meski jam pas menunjukan jam 7 pagi? Bukankah kita akan pura-pura tak peduli saat teman bilang kamu telat karna datang pas di jam 7 pagi? Tapi kenapa kita tak pernah malu datang ketika azan sudah menghampiri? Bukankah kita harus sudah datang sebelum jam 4 pagi? Apalagi setelah 3 menit kita langsung terbirit pergi.

Bagaimana kamu mengenal wajah-Nya saat kamu datang hanya sekilas saja. Bagaimana Ia mengenal wajahmu, saat doa di panjatkan secepatnya. Berikanlah waktu untuk-Nya menatapmu lebih lama. Bukan untuk keperluan-Nya tapi untuk keperluanmu jua.

Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Semoga Allah Swt mengampuni dosa kita semua, aamiin.

Kopi kader vol 1.
Rian Amani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *