Beberapa tahun terakhir muncul sebuah gagasan gaya hidup yang menjadi tren dan diikuti banyak orang di seluruh dunia, yaitu gaya hidup minimalis. Buku yang ditulis oleh dua tokoh dari Jepang, Marie Kondo dan Fumio Sasaki diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia lalu dijual di penjuru toko buku yang ada. Mereka memperkenalkan gaya hidup yang sederhana, minimalis apa adanya, memiliki barang sesuai kebutuhan, dan membuktikannya dengan menjalani kehidupan sebagai seorang minimalis jauh sebelum mereka menulis buku tersebut, sehingga bisa menjadikan diri mereka sendiri sebagai role model minimalisme. Menjadi minimalis bukan berarti miskin tidak mampu membeli barang tertentu, namun ini adalah sebuah prinsip, pilihan hidup yang akan diterapkan sehari-hari. Gaya hidup tersebut membuktikan betapa tenangnya hidup tanpa tekanan banyak barang.
Di masa sekarang ini, testimoni asli dari orang yang sudah membuktikannya mendapat lebih banyak kepercayaan dan minat daripada hanya berbentuk teori. Saya mengandaikan hal ini, ketika dua tokoh tersebut adalah seorang muslim, betapa berhasilnya dakwah mereka hingga gaya hidupnya diadaptasi di seluruh belahan dunia. Mengaplikasikan lalu diperkenalkan melalui tulisan. Sebenar-benarnya dakwah sesuai dengan bahasa kaumnya.
Namun jika ingat sebuah kisah yang cukup populer ketika Rasulullah SAW terbangun dari tidurnya terdapat ornamen tikar yang membekas di kulitnya, peralatan makan sejumlah penghuni rumah, pakaian yang selalu bersih namun tidak banyak. Apakah Rasulullah SAW tidak memiliki harta untuk membeli barang mewah? Tentu saja tidak, lihat saja ketika Rasulullah SAW dan Khadijah ra menikah, berapa banyak mahar yang dibawa. Dan tentu saja jangan dibandingkan dengan UMR Jogja, kalah jauh.
Nah, dari sini mari kita murojaah kembali Siroh Nabawiyah, 1400 tahun lalu sebelum Marie Kondo dan Fumio Sasaki memperkenalkan konsep minimalisme kepada dunia, Rasulullah sudah lebih dahulu menerapkan itu. Menjadi minimalis bukan perihal harta, karena ini adalah gaya hidup. Jadi siapa sebenarnya role model kita di dunia?
Yuganafs 28/2/22
