Buku yang Seperti Jodoh

Mendatangi stand atau obral-obral buku murah masih jadi hobby tersendiri. Di setiap Islamic Bookfair misalnya, saya selalu menuju stand buku obral atau murah. Saya pandangi satu-satu judulnya. Memang menjenuhkan, dari deretan rak dan tumpukan buku yang bejibun, ternyata hanya dapat 1 buku. Namun, itu memuaskan. Pernah saya mendapati beberapa eksemplar buku karya Dr. Ardiansyah mengenai catatan kaum liberal seharga 15 ribu-an. Buku lawas ini sepertinya ditulis ketika beliau belum doktor. Pernah juga menemukan beberapa risalah Syaikh Hasan al-Banna terjemah dan terbitan lawas. Jika kalian membeli buku Islamisasi Sains karya Dr. Budi Handrianto dengan harga 125rb-an (terbitan terbaru INSISTS), maka saya mendapati versi lawasnya (terbitan al-Kautsar) hanya seharga 25rb-an. Di kesempatan lain, pernah juga mendapati buku Muhammad Quthb (adik Sayyid Quthb) berjudul Menggugat Islam dengan harga murah meriah. Buku-buku semacam ini memang sudah jamak kita ketahui tak diminati oleh pembaca umum.

Di lapak-lapak buku obral murah, yang biasanya saya suka adalah ketika menemui buku-buku ensiklopedia berjilid keras dan berisi fullcolour. Jika saya suka tema bahasannya, biasanya auto angkut. Walaupun dibacanya entah kapan. Istri saya biasanya suka buku yang beginian.

Hal yang sama juga saya lakukan ketika berkunjung ke toko buku Social Agency Baru (SAB) atau Togamas, meski sekarang―khususnya semenjak pandemi―jarang sekali ke sana. Biasanya saya melihat judul satu per satu dari rak ke rak. Padahal komputer pencariannya ada, tinggal klik dan serach nanti muncul buku berada di rak mana. Merunut dari buku ke buku, rak ke rak, memang lama, tapi kerapkali saya menemukan judul buku-buku lawas yang sepertinya tak diminati lagi. Dua toko buku ini cukup legend di Jogja untuk kalangan umum.

Buku Pintar Sejarah Islam karya Qasim A. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh terbitan Zaman (buku terjemahan) saya dapatkan dengan cara seperti itu, merunut dari buku ke buku, dari rak ke rak. Buku setebal dan segede gaban ini saya dapatkan dengan harga diskon cukup besar mengingat buku lama, sudah tak segel, dan yang pasti: sudah menjamur. Maklum, kertasnya bookaper. Waktu itu senang bukan kepalang mengingat nyari sampai ke penerbitnya sudah kosong. Buku ini merangkum sejarah peradaban Islam dari masa Nabi Muhammad hingga masa dunia modern.

Selain berburu offline, berburu via online juga saya lakoni demi mencari buku yang sedang dibutuhkan. Kadang malah bukan buku yang dibutuhkan, tetapi buku yang memang ingin saya koleksi. Jika kalian mencari buku Tarikh Ikhwanul Muslimin, kisaran harga di salah satu lapak untuk jilid satunya mencapai 500 ribu-an, jilid dua dan tiganya lebih murah sedikit, sekitar 200 ribu an kalau tak salah. Kala itu saya dapat di harga tak nyampe seratus ribuan meski hanya jilid dua dan tiganya. Ceramah-ceramah Hasan al-Banna juga saya dapatkan via online dengan harga murah untuk satu paketnya (isi dua jilid).

Biasanya saya mencari di empat tempat: Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan Mbah Gugel. Jika dengan kata pencari tak ketemu, saya akan ulangi beberapa hari setelahnya. Terus seperti itu. Konyol memang, sudah tahu tidak ada masih saja terus dicari. Tapi karena kekonyolan itulah, terkadang saya jadi nemu. Yang tadinya tiada justru jadi ada.

Saya pernah mencari buku berjudul Cahaya dari Timur karya John Freely dan nggak nemu-nemu. Saya telusuri halaman per halaman dari Mbah Gugel, setiap menemui blog yang memajang bukunya, saya japri. Jawabannya selalu sama: habis. Begitu pula di marketplace, semuanya kosong. Tetapi kekonyolan itu terus saya lakukan. Setelah beberapa hari, saya serach ulang hingga pada suatu saat ada lapak di Tokopedia yang berbaik hati menjual buku bekas tersebut dengan harga murah meriah. Buku Cahaya dari Timur mengisahkan perjalanan dahsyat keilmuan Peradaban Islam di masa lampau yang ternyata pengaruhnya begitu besar terhadap (Peradaban) Barat. Saya merekomendasikan buku ini bagi mereka yang sedang ingin membaca sejarah keilmuan (Peradaban) Islam dari perspektif penulis Barat.

Nama Fazlur Rahman mungkin tak asing bagi kita, meski terdengar agak negatif mengenai pemikiran Islamnya. Namun, ada satu buku yang begitu menarik―di luar pemikirannya yang tak banyak disetujui―yakni buku mengenai pengobatan Islam. Terakhir kali, saya lihat dijual dengan harga cukup fantastis. Ini buku lawas terbitan Mizan. Tahukah kalian jika saya mendapatkan buku ini hanya dengan harga belasan ribu di lapak berwarna merah putih yang didirikan oleh Achmad Zaky? Dahsyat memang. Buku yang seperti jodoh.

Selain dari beberapa cara yang saya sebut di atas, “jodoh” buku biasanya saya dapatkan dari lapak kawan atau seorang kawan yang menjual buku-bukunya karena ada suatu keperluan. Memang sedih, melihat kawan harus menjual bukunya untuk suatu keperluan mendesak. Apalagi jika itu untuk urusan periuk. Jika ada tema yang diingini, biasanya saya angkut. Buku-buku seperti; Imagined Community, The End of History, The Clash of Civilization, adalah beberapa buku yang saya beli secara murah meriah dari kawan. Dulu selalu ingin beli jika ke toko buku SAB, tapi melihat harganya agak pikir dua kali dan selalu berakhir: tidak jadi memingitnya. Siapa sangka, saya dapati dengan harga dua puluhan ribu untuk masing-masing buku tersebut. Jauh di luar akal memang.

Jadi, jika kita sedang mengincar buku tapi kantong belum memungkinkan, jawabannya: sabar dulu. Tunggu dulu, siapa tahu ada “jodoh”-nya. Hanya saja, ada beberapa buku yang bisa saja auto hilang setelah cetakan pertamanya. Hati-hati kalau yang beginian. Kapan-kapan akan saya bahas mengenai hal ini. Kapan waktunya kita memutuskan untuk membeli atau bisa menundanya terlebih dahulu karena yakin bahwa buku itu akan masih ada. Kapan-kapan. []

 

Viki Adi N

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *