Geli. Beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar bahwa Cipayung Plus memberikan mandat ke Gibran. Tak lain tak bukan untuk tanggal 14 besok. Bukan cuma soal sosok dukungannya (yang dari awal memang sudah bermasalah), tapi soal netralitasnya. Gerakan mahasiswa seharusnya tetap pada koridor untuk mengawal proses demokrasi berjalan lancar dan sesuai aturan. Lahirnya reformasi dan usaha untuk terus menjaga cita-citanya adalah jalan juang gerakan mahasiswa.
Selaku orang yang pernah terlibat dalam gerakan mahasiswa di KAMMI, tentu saja ketika ada oknum yang mengatasnamakan KAMMI di sana, malu sekali rasanya. Ditaruh mana akal sehat mereka? Belum lagi organisasi senior lain, seperti HMI, IMM, dan PMII. Kalau ingin mendukung paslon, harusnya atas nama pribadi. Ini sudah jadi kredo umum. Sudah jadi prinsip moral. Sangat tak baik memberikan contoh kepada adik-adiknya.
Selama menuju Pemilu sampai sekarang, sebenarnya saya coba untuk menahan agar tidak menulis atau membuat analisis, berkomentar, dan seterusnya, seperti yang biasa dilakukan dulu. Dari awal naiknya aturan yang segepok (disebut Omnibus Law), kekuatan Jokowi sudah bisa dilihat. Sangat kuat. Dengan melihat itu saja, sebenarnya kita bisa memprediksikan ke depannya bakal seperti apa. Akhirnya, demokrasi kita goyang. Aturan bisa saja dikangkangi.
Logika akal sehat sebenarnya sangat mudah untuk pemilu besok, khususnya Pilpres. Iya, sangat gampang. Kita tidak perlu berpikir keras sampai harus salto-salto untuk menjatuhkan pilihan. Soal di balik semua paslon ada oknum-oknum gurita bisnis, tak perlu kita bicarakan. Mengapa? Itu sudah pasti! Di tengah kontestasi demokrasi, ongkos politik itu dibutuhkan. Konsekuensinya? Pasti akan ada timbal balik atau balas budi. Paling penting adalah bagaimana bisa memilih calon yang paling masuk akal untuk menegakkan aturan. Itu saja dulu.
Kata Ibnu Taimiyyah, ini soal integritas, soal amanah. Jika aturan bisa ditegakkan dan dipatuhi, selama itu pula negara kita yang tengah berjalan dalam cita-cita reformasi tidak belok kemana-mana.
Menyoroti satu hal ini saja, sudah membuat kita geli. Namanya saja kontestasi, maka dibuat agak santai saja. Kalau pilihan kita menang pun, pada akhirnya kita akan tetap disuruh minggir ketika mereka lewat di jalan (#pis). Selamat mencoblos dan memilih.
Viki Adi N
