Merenungi pesan Al-Hikam (4)

Istirahatkanlah dirimu dari mengatur! Apa yang telah dilaksanakan oleh selainmu (maksudnya Alloh Swt) untuk dirimu tidaklah perlu dilaksanakan lagi.” (Syaikh Ibnu Athaillah As-Sakandari)

Apa yang disampaikan melalui kalimat ini sejatinya telah kita dapati sebagian benang merahnya pada ulasan al-Hikam sebelumnya. Kita bisa menengok tulisan itu kembali.

Pada kesempatan kali ini, kita disuguhkan mengenai soal atur-mengatur, khususnya apa yang telah Alloh atur untuk manusia. Terkadang kita lupa. Barangkali karena terlalu sibuk dan bersemangatnya kita bekerja dan mencari dunia. Kita lupa kalau dalam hidup telah banyak yang diatur oleh-Nya.

Coba kita lihat dan rasakan apa yang ada dalam tubuh kita sendiri. Mulai dari denyut jantung hingga aliran darah yang bergerak dan mengalir, tentu semua telah diatur oleh Alloh Swt. Ketika detik ini dihentikan oleh Nya, maka denyut dan alirannya juga pasti berhenti.

Begitu juga makanan yang akan kita nikmati menjelang berbuka nanti. Lalu udara yang masih bisa kita hirup sampai kini. Dan tak pula takdir kita yang masih dipertemukan dengan Ramadhan. Semua pada akhirnya dapat kita nikmati atas limpahan rakhmat, kuasa dan izin Alloh ta’ala.

Dalam kalimat di atas, kita bisa melihat pesan tersembunyi bahwa kita tidak perlu terlalu khawatir atau cemas akan hari esok, akan hari yang akan datang. Ini bukan soal malas atau “menyerah” pada takdir, tetapi justru kita diminta untuk bersikap optimis. Kita diminta untuk bekerja, berdoa, lalu menyerahkan hasilnya kepada-Nya. Ujungnya kita diminta bertawakkal. Tanpa tawakkal, kita belum bisa disebut orang yang beriman. Karena jika kita tak pernah bertawakkal atas apa yang diusahakan, itu artinya kita meremehkan Tuhan. Artinya kita tidak beradab kepada Alloh Swt yang Maha Mengatur.

Selain itu, kalimat di atas juga bisa menjadi semacam rem jika kita terlalu kebablasan, buntu, ataupun tak lagi mampu berpikir jernih ketika dihadapkan pada masalah yang berkaitan dengan dunia, khususnya yang bersifat materi.

Firman Alloh Swt dalam surah al-Araf ayat sembilan puluh enam bisa menjadi renungan kita untuk menutup bahasan singkat pada sore hari ini,

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Melalui ayat ini, secara tersurat sebenarnya kita akan mengerti apa kunci-kunci yang bisa kita ambil untuk mengarungi bahtera kehidupan. Wallahualam. []

Viki Adi N

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *