“Andai hati mulai gelisah dan menjauh, pegang erat ia (hati) agar tidak jatuh dalam lubang kegelapan yang semu”
Ini bukan sepetik lagu korea yang digaungkan oleh personel Blackpink. ini perkara tentang belajar menata hati itu sendiri menjadi ujian kehidupan manusia sepanjang hayat. hati dianalogikan seperti barang kesayangan yang harus dijaga dengan baik dan tidak membiarkannya hilang untuk selamanya. Tazkiyah nafs. hari ini suasana hati kamu sedang bahagia dengan situasi yang membawa gejolak hormon endorfin yang menggebu-gebu. namun apakah esok hari hati itu akan tetap menyala ? Maybe yes, maybe no. bisa saja kamu akan mengalami peristiwa yang membuat jatuh terpuruk dengan keadaan yang tertatih-tatih dan akhirnya redup.
Jangan biarkan lapisan hati tenggelam dalam kegelapan yang semu hingga akhirnya _shut down_. istilah kata ini sering ditemukan dalam perbendaharaan kata dalam dunia teknologi informatika yang mengartikan proses mematikan sebuah perangkat lunak ketika selesai beraktifitas. lalu bagaimana dengan hati ? semua tergantung pada ikatan konektifitas manusia dan tuhannya sendiri. Habluminallah. itulah iman. itulah ketakwaan. dalam perjalanan saja kita harus mengucapkan do’a ini “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” agar hati ini tetap tenang dan tidak mudah goyah.
Dalam konsep ilmu psikologi islam, lapisan hati dibagi menjadi 4 bagian, ialah Dada, Hati, Hati kecil, dan Hati Nurani. misalkan saja kamu melaksanakan ibadah di masjid dan hal yang dirasakan hanyalah gerakan saja tanpa dibersamai dengan hati yang tenang. tiba-tiba kepikiran tugas kuliah. tiba-tiba kepikiran tugas kantor. Memang hati tidak bisa ditebak dalam sepersekian detik.
Lalu bagaimana dengan rasa cinta? Entitas ini tidak jauh beda karena menghubungkan lapisan terdalam ruh hingga bereaksi menjadi sebuah keputusan besar di dada yang berdebar-debar. Apa hati nurani bisa salah? Tentu saja karena tidak adanya ilmu yang melekat dan mengakibatkan kesalahan berpikir yang berasal dari respon hati atau bisa kita sebut logical falassy. Disinilah kita belajar betapa pentingnya belajar soal hati. hati yang terus ditata dengan rapi dalam balutan ketakwaan dan kesucian yang hakiki.
Fadhi QP
