Sepele, Katanya! 

Seketika viral berita gugatan cerai seseartis yang sebelumnya tidak pernah terdengar gosip miring dalam biduk rumah tangganya. Mulai bermunculan spekulasi-spekulasi dari netizen sejagat maya. Beredar pula cuplikan-cuplikan perbincangan yang terekam dalam jejak digital yang membuat netizen menebak-nebak dan menerka apa yang sebenarnya terjadi.

Termasuk FYP saya yang tidak luput dari berita-berita tersebut. Tetiba muncullah cuplikan video lama dari dua sejoli ini yang sedang berbincang dengan seorang ulama.

“Gini loh Bi, aku tuh kalau lagi ada apa-apa gitu maunya ditanya baik-baik, lembut, dengan sedikit sentuhan. Tapi dia suka lupa yang begitu. Malah menanggapinya kayak ‘Ya udahlah bla bla bla’ gitu. Cara ngomongnya itu juga loh, Bi” begitu curhat sang istri pada ulama tersebut yang dipanggil ‘Abi’.

Baik, cukup ya cerita artisnya.

Ya. Cara berbicara. Cara menyampaikan. Akan sangat menyakitkan jika itu tidak pas, bukan?

Lalu apakah harus diam-diam saja ketika sedang ada ganjalan-ganjalan yang tidak mengenakkan?

“Dia marah, dia ngambek, ya udahlah aku diem aja. Emangnya aku salah? Ah nanti juga baik lagi. Balik lagi seperti biasanya.”

Diam, diam, dan diam. Tanpa mau tahu lagi kenapa. Malah berbicara hal lain seakan semua baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa? Menganggap semua seperti biasanya.

Begitu?

Itu pun sama saja tak menyelesaikan masalah. Justru hanya menimbun bom waktu yang menunggu saatnya untuk meledak.

Hei, ganjalan yang satu belum selesai. Jangan seolah-olah kamu menanggapinya tidak ada apa-apa.

Apakah menunggu hati pasanganmu membatu karena ketidakpedulianmu atas apa yang dia rasakan? Dan menganggap tidak terjadi apa-apa? Kalaupun pada akhirnya terlihat biasa dan ceria lagi. Apakah kau yakin tidak ada yang tergores di hatinya? Kau anggap ganjalan itu selesai tanpa kau tahu penyelesaiannya?

Mungkin bukan selesai tapi lebih pada ‘membiarkan’ karena melihatmu tak peduli. Ganjalan itu tidak clear karena sesungguhnya kamu hanya membuatnya menimbun luka. Kalaupun benar-benar clear dan semua ganjalan itu hilang, bisa jadi dia telah membuat sekat diri yang tak ingin kau ikut campur di dalamnya. Karena apa? Karena sikapmu yang tidak mau tahu. Jadi dia memilih untuk menyelesaikannya sendiri, bahkan mungkin ketika kau menjadi salah satu sumber ganjalan-ganjalan itu. Menegur atau menyampaikan berulang kali pun, nihil. Tak ada hasil.

Bukankah ‘bahasa cinta’ itu penting? Tapi sayang, banyak yang menganggapnya sepele.

“Halah apa itu ‘bahasa cinta bahasa cinta’ nggak penting”

Tidak sedikit yang meremehkannya, bukan? Bahkan belajar pun tak mau.

Maka tidak heran jika ada perpisahan dalam kasus lain yang kalau dilihat hanya karena “hal-hal sepele”, katanya.

Mungkin lebih tepatnya bukan “hal sepele” tapi manusianya yang sering menyepelekan.

 

Yuyun WJ

Nggir Kali Progo

31 Mei 2023

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *