Kita pasti pernah melihat ketika seseorang mengatakan bahwa persoalan ini yang paling penting. Begitu juga orang lainnya yang mengatakan hal sama hanya berbeda apa yang dianggapnya penting.
Para pegiat charity mengatakan bahwa masalah kemanusiaan adalah masalah yang kini begitu besar. Para aktivis sosial, khususnya ZISWAF menganggap bahwa zakat hingga wakaf adalah instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan dan persoalan ekonomi umat. Aktivis yang di bidang politik demikian juga, mengatakan bahwa kekuasaan adalah yang penting dan mempengaruhi hajat orang banyak.
Di sini, kita selaku orang yang bergelut di dunia kepenulisan juga tak beda. Kita juga mengatakan kalau menulis itu penting. Salah satunya untuk menyatakan kebenaran. Pegiat lingkungan mengatakan bahwa sekarang sedang terjadi climate change, suatu persoalan urgen mengenai masa depan bumi dan kehidupan. Belum lagi aktivis sekaligus para ilmuan yang bergelut di dunia pemikiran dan pendidikan Islam. Mereka juga menyatakan bahwa problem besar hari ini adalah soal mengenai ilmu-ilmu yang terbaratkan, pendidikan yang tak menyentuh pada fitrahnya, dan lain sebagainya.
Masih begitu banyak hal penting lainnya yang tak bisa disebut satu per satu di sini. Saking begitu banyaknya cakupan atau ranah di dalam kehidupan kita selaku manusia. Jadi, mana yang lebih penting? Mana yang paling penting?
Jika pertanyaannya seperti itu, maka pegiat dari masing-masing ranah tersebut jadi gontok-gontokan dan bisa adu tinju. Argumennya semua ada. Bukti dan faktanya juga banyak. Masing-masing ada, bahkan bertebaran.
Pada akhirnya karena semua jadi penting, untuk itulah manusia perlu bekerja sama dan berkolaborasi. Tak perlu diperdebatkan kalau semua sumber dari segala persoalan memang dari manusia itu sendiri. Jadi tak perlu pula kita perdebatkan kalau membangun manusia itu adalah hal yang paling urgen. Jika manusianya buruk, tentu semua ranah yang sedang kita geluti yang memiliki keurgenannya masing-masing akan terus dan semakin bermasalah.
Mengenai jangka pendek, persoalannya bukan penting mana dan penting mana, tetapi semua yang penting ini bisa dilakukan dengan berjalan beriringan. Semua ada posnya, semua ada fungsinya, tanpa saling menuduh, menghujat, dan menghancurkan yang lain. Kita sedang membangun bersama dari yang paling bisa kita lakukan.
Memiliki kesadaran seperti ini kiranya penting untuk setiap pegiat atau aktivis di ranahnya masing-masing. Kita sedang berjalan bersama. Kita sedang membangun bersama. Tak bisa kita membangun hanya dalam satu ranah saja. Hidup itu kompleks. Begitu juga permasalahannya. Sehingga tak ada lagi hujat sana hujat sini. Justru yang ada saling mendukung dan saling bekerja secara maksimal di bidangnya masing-masing.
Soal urgensi membangun manusia, sekali lagi ini tak perlu diperdebatkan. Itu jelas proyek jangka panjang dan global (peradaban). Itu proyek mendesak yang memang harus dijalankan. Tanpa satu ini, semua ranah yang kita bangun di pos masing-masing tentu saja akan ambruk lagi pada akhirnya. []
Viki Adi N
