Ilmu dibutuhkan setiap orang untuk mencapai kesejahteraan atau kemuliaan hidup. Ilmu didapat dalam proses pendidikan atau tarbiyah. Keberhasilan dalam tarbiyah, tentu bergantung pada niatnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya diterimanya amal itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya”. (HR. Bukhari Muslim).
Niat, begitu dahsyat pengaruh dalam perjalanan tarbiyah. Allah berikan apa yang diniatkan, begitu janji-Nya. Kisah Arab Badui yang menemui Rasulullah SAW, lalu beriman dan berhijrah bersama Rasulullah SAW bisa menjadi pleajaran yang berharga. Pada satu kesempatan ketika pembagian harta rampasan perang, Si Badui ini mendapatkan bagian. Badui ini berkata dan menyampaikan komitmennya terhadap Rasulullah SAW, “Aku mengikutimu bukan untuk ini (harta). Aku mengikutimu untuk dipanah di bagian ini (menunjuk tenggorokannya), lalu aku mati dan masuk surga.”
Tiba saat Si Badui pergi berjihad. Maha Besar Allah, Si Badui ini gugur dan dibawa ke hadapan Rasulullah SAW dalam keadaan terpanah dibagian yang ditunjuknya. Rasulullah SAW bersaksi bahwa Si Badui ini telah berhijrah dan mati dalam kondisi syahid.
Wahai diri, lalu apa niatmu dalam tarbiyah? Sudahkah benar? Atau sebatas niat atas kekuasan, ketenaran, jaringan kerja, atau hal remeh lainnya? Hanya hatimu yang tahu, lihatlah lebih dalam untuk mengetahuinya!
Sungguh banyak praktik tarbiyah yang bisa dicontoh dari generasi sebelumnya. Mencari ilmu lalu mengamalkannya. Memperdalam ilmu lalu menghasilkan karya-karya besar. Betapa hebat dan mulianya para penuntut ilmu di zaman lalu. Haus akan ilmu. Begitu ringan melangkah tanpa lelah. Niat dan komitmen yang begitu besar.
Wahai diri, selalu perbaharui niatmu. Luruskan tujuan, ikhlaskan diri, kuatkan tekad, dan bersihkan hati. []
Eni Astuti. Sukoharjo, 16 Agustus 2021
