Saling Kritik yang Produktif

Membaca tulisan Mas RidwanHd penulis buku Negarawan Masjid yang berjudul “Mengapa Saya Harus Mencintai Negeri Ini?” memberikan saya inspirasi tentang budaya saling kritik antar orang-orang hebat di masa dahulu, mereka adalah Agus Salim dan Soekarno, keduanya saling kritik melalui tulisan di media nasional. Sungguh budaya kritik yang berkelas.

Dalam Islam budaya kritik merupakan salah satu wujud amar ma’ruf nahi mungkar. Oleh karenanya dalam memberikan kritik seorang muslim mesti mematuhi aturan yang berlaku , diantaranya adalah dengan menggunakan kata-kata yang sopan, tidak menimbulkan perselisihan, dan mengusulkan solusi atas masalah yang dikritik. Penulis rasa hal ini apa yang dicontohkan oleh dua pemimpin bangsa kita itu sudah sangat tepat.

Saat ini banyak kita jumpai pola kritik yang menyalahi aturan. Yang ujung-ujungnya menimbulkan perselisihan antara dua belah pihak, ditambah lagi cara yang dilakukan sangat tidak elegan. Hanya melalui cuitan status di media sosial dengan tulisan sederhana berisi kalimat negatif ia menunjukkan kritikan pedasnya terhadap seseorang. Sungguh ini budaya kritik yang sangat tidak berkelas.

Kritik mengkritik sebenarnya adalah sesuatu yang biasa. Apalagi sifat manusia yang sering melakukan kesalahan. Jadi wajar saja apabila ada pendapat atau pandangan seseorang yang menurut kita kurang tepat. Tinggal lagi bagaimana cara kita menyampaikan ketidaksepakatan tersebut, apakah dengan status kasar atau melalui karya-karya yang dapat meningkatkan produktivitas diri kita.

Untuk itu budaya saling kritik positif ini hendaknya perlu dipertahankan. Para pendahulu kita begitu luar biasa telah mencontohkannya. Kita sebagai generasi penerus mesti mampu mempertahankan dan meningkatkannya. Apalagi saat ini begitu banyak media yang dapat menjadi wadah bagi tulisan-tulisan kita, baik itu media lokal maupun nasional semuanya berpeluang menampung tulisan terbaik kita. Semua itu pilihannya ada di tangan kita. Tentu kita berharap kritik yang positif mesti menjadi sesuatu yang dipertahankan.

Muhammad Iqbal, 17 Agustus 2021

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *