Politik dan Hakikatnya

Politik dinilai sebagai sesuatu yang kotor, licik, busuk dan sebagainya, bahkan dianggap sebagai sesuatu yang hina. Padahal hakekat politik adalah menegakkan kebijakan untuk mengatur tatanan masyarakat guna mencapai tujuan bersama.

Untuk itu kita sebagai kaula muda yang tau membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, kita harus memperhatikan hal-hal terkait politik.

Politik dapat di artikan sebagai suatu cara untuk mendapatkan kekuasaan, menjalankan kekuasaan, mempertahankan kekuasaan.

Buruknya penilaian terhadap politik karena masyarakat melihat bagaiman para elit politik bermain di panggung politik. Tampil dengan gagahnya, A dengan perkataannya dan B dalam tindakannya. Perkataan dan tindakan seakan bertolak belakang.

A=A, B=B dan A tidak sama dengan B

Ibarat Pisau, pisau yang digunakan untuk membunuh orang dan pisau yang digunakan untuk memotong bawang dan sebagainya untuk keperluan memasak. Disatu sisi, pisau itu menyelamatkan orang yang kelaparan tapi disisi lain pisau itu merenggut nyawa orang yang bisa jadi tak bersalah. Tergantung dari penggunaan pisau itu.

Contoh lain.

Obat sejatinya menyembuhkan, tetapi dalam lain hal juga bisa membahayakan (salah resep)
Racun sejatinya membahayakan, tetapi dalam lain hal juga bisa menyembuhkan (Racun pada hewan).

Sesuatu yang baik tetaplah baik dan sesuatu yang buruk tetaplah buruk. Tapi lain hal dengan Politik terkadang dia bisa dinilai baik, terkadang juga bisadinilai buruk tergantung dari siapa tokoh dibalik itu.

Suatu negara rusak karena politiknya rusak dan politik rusak karena agamanya rusak. Imam Al Ghazali mengatakan “agama diibaratkan pilar (pokok) dan Politik (kekuasaan) adalah penjaganya. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa mengendalikan urusan masyarakat adalah kewajiban agama dan agama tidak mungkin ditegakkan tanpa kekuasaan memerintah.

Makanya agama dan politik merupakan dua integral yang tak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Sebgaimana Rasulullah di Madinah merupakan kepala negara, kepala pemerintahan sekaligus pemimpin ummat Islam (penguasa politik sekaligus ulama). Wallaahu ta’ala a’lam

Imam Almawardi mengatakan dalam bukunya Al-Ahkam Al-Sulthaniyyah, bahwa politik islam sebagai upaya untuk menjaga agama dan memelihara dunia (hiraastu ad-diin wa siyaastu ad-dunya). (situmorang, jubair. Model Pemikiran dan Penelitan Pemikiran Politik Islam : 2014)

Sebagai intelek muda yang peduli akan keadilan, saatnya kita berperan dan maju di garda terdepan merealisasikan politik yang menegakkan keadilan.

 

Fikri Lahay

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *