Nama Pak Onno W Purbo sudah pernah disebutkan pada esai sebelumnya, namun yang pasti tidak semua orang mengenal beliau. Secara singkat beliau adalah seorang pakar IT pada bidang teknologi jaringan, terutama pada jaringan komputer. Yang sangat saya kagumi pada beliau adalah semangatnya untuk terus menebar ilmu dimanapun bahkan hingga pelosok. Bahkan Papua yang akses teknologinya masih minim, beliau sangat memikirkan bagaimana agar pemuda disana juga bisa meraskan nikmatnya ilmu pengetahuan layaknya pemuda di pulau Jawa yang mana akses untuk belajar sangat mudah. Bahkan baru-baru ini, ketika Menteri Pendidikan mengeluarkan titah kampus merdeka, Pak Onno sangat mendukung program tersebut (karena memang dari dulu itulah yang beliau lakukan melalui situs web yang beliau miliki). Program tersebut beliau matangkan melalui sebuah institusi kampus dengan menerapkan Open Course melalui daring. Jadi perkuliahan bisa di akses melalui apa saja dan dari mana saja. Beliau sangat serius dalam menerapkan Pembukaan UUD 1945 pada kalimat “..mencerdaskan kehidupan bangsa..” hingga hari ini. Bisa dibilang umur beliau tidak lagi muda, namun kontribusinya sudah lebih dari nyata. Sepertinya jika menceritakan kiprah pak Onno butuh satu sesi sendiri, jadi saya cukupkan dahulu cerita tentang beliau.
Pada setiap kesempatan seminar Pak Onno W. Purbo, ada satu hal yang selalu beliau ulang dalam setiap sesinya yaitu tentang akhlak sebagai manusia. Hal itu selalu beliau tekankan dalam setiap seminar karena stereotip “hacker” adalah membajak, menyusup, mengambil data tanpa izin, dan sebagainya yang semuanya memiliki konotasi negatif. Padahal apa yang beliau tekuni dan ajarkan ke setiap muridnya adalah ilmu tentang semua itu. Apalagi saat film barat yang menggambarkan tentang hacker, sudah seperti penjahat kelas kakap yang hanya bermodalkan komputer bisa menjalankan aksinya dengan mulus. Tapi sekali lagi Pak Onno selalu menekankankan tentang akhlak.
Apa hubungannya dengan teknologi jaringan?
Kita kembali dulu ke definisi karena ini penting untuk menyamakan sudut pandang. Hacker adalah manusianya atau pelaku yang melakukan hacking. Hacking adalah aktifitas untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam keamanan jaringan komputer, atau dalambBahasa umum kita kenal sebagai peretas sistem. Teknologi hanyalah sebuah perangkat atau alat untuk memudahkan aktifitas manusia, namun ilmu peretasan ini sudah bergeser makna menjadi negatif karena oknum dan film yang menggambarkan betapa jahatnya peretas ini. Padahal itu hanyalah sebuah perangkat teknologi, dia tidak memiliki akal untuk membuat keputusan ini baik atau buruk. Stereotip masyarakat sudah memandang bahwa itu bukanlah kegiatan yang baik. Maka dari itu Pak Onno menekankan pada para pengguna, bahwa teknologi itu bisa menjadi baik atau buruk tergantung akhlak manusianya. Pekerjaan dalam bidang ini bisa jadi halal jika dilakukan dengan baik dan benar tanpa mendzolimi orang lain. Namun bisa jadi sebaliknya jika yang dilakukan melanggar aturan bahkan merugikan orang lain. Begitu pula kita dalam Islam diajarkan untuk bermuamalah sebaik-baiknya dalam menjalankan kehidupan ini.
Yugana Firda Syu’ari 24/8/2
