Penting kita ketahui terlebih dahulu devinisi manusia. Manusia atau orang adalah spesies primata dengan populasi yang terbesar, persebaran yang paling luas, dan dicirikan dengan kemampuannya untuk berjalan di atas dua kaki serta otak yang kompleks yang mampu membuat peralatan, budaya, dan bahasa yang rumit. Manusia juga disebut sebagai makhluk intelektual yang dapat menggunakan kecerdasannya untuk bekerja, belajar, membayangkan, mengagas, atau menyoal dan menjawab persoalan tentang berbagai gagasan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, manusia adalah /ma·nu·sia/ n makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Istilah “memanusiakan manusia” merupakan upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya atau berakal budi. Sesama manusia saling menghargai, menghormati, dan tidak mengadili. Tidak ada tindakan yang merendahkan, mencibir, atau hal lainnya yang membuat sakit hati dan sebagainya.
Selama kepintaran, keterdidikan, kesuksesan, kekayaan, dan semua kelebihan yang dimiliki hanya untuk kepentingan dan kepuasan diri sendiri ataupun golongan, berarti belum menjadi manusia utuh sebagaimana seharusnya.
Pendidikan adalah proses pendewasaan agar seseorang mampu menjalani kehidupan pada zamannya. Dunia pendidikan harus melahirkan sikap cendekia dan semangat intelektualitas. Tanpa kedua hal itu, maka pendidikan hanya akan menghasilkan orang-orang cacat moral. Filosofi dan semangat pendidikan adalah memanusiakan manusia, bukan memintarkan manusia. Jadi jika suatu bangsa mengalami kebobrokan, berarti ada yang tidak beres dalam proses pendidikannya.
Konteks “memanusiakan manusia” berpegang pada nilai keadilan, kesetaraan, serta nilai persaudaraan. Hak atas pelayanan, kesejahteraan, berpendapat, dan beraktivitas menjadi salah satu cara memanusiakan manusia tersebut. Bahkan seorang yang gila sekalipun tidak hilang haknya sebagai manusia.Pentingnya pondasi pendidikan untuk para kaula muda agar dapat bersikap bijak dan tepat sasaran. Terutama pondasi keagaman, karena dengan ke agamaan semua manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Jika ilmu agama sudah di tanamkan dan di bentuk sejak dini, pasti manusia tidak akan lupa caranya memanusiakan manusia. Diambil dari prinsip muslim, yang merupakan sebuah prinsip keharmonisan yang selalu dijaga dan dijunjung tinggi seperti: Habluminallah dan Habluminannas, dimana makna dari Habluminallah adalah hubungan umat dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Habluminannas adalah hubungan antar umat, atau hubungan sesama manusia, itu semua bersumber.
Pesan tersirat untuk kita semua. Mari kita rubah dunia dengan cara kita, bersama sama kita delete kesenjangan dari muka bumi. Dan buang rasa egois serta kesombongan dalam hati. Mari lebih peka terhadap lingkungan sekitar, jika lebih kita memberi. Jika kurang kita beri.
Muhammad Alfin
