Rutinitas kerja sehari-hari mungkin telah membuat diri penat. Merasa bosan? Tetapi itulah pekerjaan yang harus dilakukan. Sebagai seorang manusia, kita bekerja bukan sekadar untuk menumpuk harta, tetapi untuk mencukupi kebutuhan. Tak lupa, dan ini yang paling utama, adalah meniatkannya untuk beribadah. Itu memang fitrahnya.
Kalau kita malas bekerja, maka kepahaman kita selaku orang Muslim masih perlu dipertanyakan. Sudah begitu banyak hadits Rasulullah yang menerangkan persoalan tersebut.
Itu baru pekerjaan. Belum lagi ditambah persoalan lainnya. Dari persoalan pribadi dengan kawan, dengan pasangan, dengan keluarga, dan lain sebagainya. Pasti tambah pening itu kepala. Saya tak tahu apakah puyer cap nomor enam belas atau sembilan belas bisa mengobatinya.
Pekerjaan yang sifatnya rutinitas memang terkadang membosankan. Namanya saja rutinitas, pada akhirnya kita akan melakukan sesuatu yang sama secara terus-menerus. Pada suatu saat, bosan itu pasti akan datang dan bisa saja berulang.
Melakukan hal yang disukai adalah salah satu cara untuk melepas penat dan pening. Bagi yang memiliki hobi mancing, mungkin kalian bisa pergi ke saluran air di pinggir-pinggir sawah untuk nongkrong di sana. Sembari mancing, kalian juga bisa menikmati persawahan.
Bagi yang menyukai badminton, kalian bisa kembali meregangkan otot dengan mengajak anggota keluarga bermain bersama. Bisa juga datang ke tempat orang-orang yang biasa bermain. Bagi yang suka kulineran, tak apalah sedikit mencicip varian baru masakan dari tempat-tempat yang sedang digemari pengunjung. Termasuk bagi para wibu, saya pikir kalian sudah mengetahuinya.
Dulu, kawan saya punya kebiasaan aneh menurut orang. Namun, tidak baginya. Menurut seorang kawan ini, ketika dia penat dan stres karena suatu atau banyak hal, termasuk ketika memikirkan aktivitas dakwah, maka ia punya menu khusus untuk mengatasinya. Apa itu? Mampir ke burjo, pesan mie, pesan kopi, pesan nasi sayur, ambil gorengan. Tak cukup sekali, bisa sampai dua kali. Lalu air putihnya? Tak ada air putih. Menu minumnya adalah kopi pahit. Saya yakin kalian akan berpikir konyol dan mengatakan menu ini tak nyambung, tak cocok, atau apalah. Tapi tidak bagi seorang kawan ini. Itulah sesuatu yang disukai ketika merasa penat.
Tak perlu sungkan atau minder. Ini untuk diri kita. Ini untuk kebaikan kita. Hanya kita yang tahu. Orang lain mungkin saja tak akan mengerti. Setiap kita punya hal yang disukai. Coba saja! Buat resep sendiri.
Resep yang saya bagikan ini bukan berarti tiada memperhatikan resep ruhani. Ini soal lain. Ini soal “meringankan” dan “menghibur”. Fitrah manusia itu memang menyukai hiburan dan keindahan. Soal ruhiah, saya yakin kita semua sudah mafhum. Bukankah melakukan yang disukai bukan berarti kita sedang meninggalkan kewajiban selaku hamba Tuhan?
Semoga bermanfaat. Santai saja, saya juga memiliki hal yang akan dilakukan ketika penat, dari mulai membuat action figure, menarik Beyblade sekencang-kencangnya, membaca kisah, menulis catatan, atau sekadar membuat mie dok-dok plus nonton film kartun masa kecil dulu. []
Viki Adi N
