Selangkah lagi skuad Maroko bisa melenggang ke final piala dunia 2022 kalaulah nanti bisa menang melawan Perancis. Dengan skuad dan pertahanan yang kokoh serta serangan balik yang begitu cepat bisa saja strategi ini menghempaskan Perancis untuk pulang ke negaranya.
Piala dunia kali ini sepertinya menjadi topik menarik tersendiri apalagi bahasan tentang skuad Maroko. Bagi saya menariknya Maroko ini, pada saat pertemuan Maroko vs Spanyol, lalu di lanjut Maroko vs Portugal pada saat yang sama saya sedang membaca buku The Untold Islamic History karya Edgar Hamas, yang di dalamnya terdapat pembahasan pembebasan Andalusia. Andalusia kini kita kenal dengan wilayah Spanyol dan Portugal.
Maroko ini pada awalnya bukan tim favorit juara. Mereka tidak diperhitungkan untuk lolos 16 besar, tapi ternyata bisa melaju sampai perempat final. Nah, sebenarnya apa menariknya Maroko sih kalau kita lihat sejarahnya?. Ko, bisa jadi viral di jagat maya apalagi di dunia Islam.
Kalau kita biasa membaca sejarah Islam di tanah eropa pasti akan mengenal orang-orang Maghrib. Ya, letaknya di Afrika Utara yang kini kita kenal sebagai Maroko. Tentu menariknya Maroko pada piala dunia kali ini adalah tim yang tidak di perhitungkan (baca: kuda hitam) dan sejarahnya. Seolah-olah kita di bawa untuk mentadaburi sejarah Islam di masa lalu. Dimana Tarikh bin Ziyad dan pasukan muslimin membebaskan andalusia yang pada saat ini termasuk kawasan Portugal dan Spanyol. Mirip bukan?.
Setelah menguasai Spanyol dan Portugal (baca: Andalusia) mengalahkan pasukan pasukan kerajaan Visigoth yang penguasanya bernama King Roderic, pasukan muslimin bisa saja pada waktu itu mengumandangkan adzan di tengah kota Paris Perancis di bawah pasukan Abdurahman Al-Ghafiqi dengan melawan Raja Charles Martel di medan Poitiers. Namun, takdir Allah berkata lain banyak pasukan muslimin yang niatnya goyah karena terbuai banyaknya harta rampasan perang -setelah menaklukan banyak kawasan- hampir separuh Perancis sudah di kuasai pada waktu itu wajar kalau harta rampasan perang begitu melimpah. Sehingga niat mereka yang tadinya jihad fisabilillah harus di bayar mahal dengan kekalahan karena kehilangan niat dan fokus dengan melindungi harta rampasan perang dari serangan musuh. Akhirnya, pertahanan dan strategi perang pasukan muslimin jebol di sana-sini. Abdurahman Al-Ghafiqi pun syahid dalam perang tersebut yang membuat pasukan muslimin kehilangan komando dan mundur meninggalkan medan laga.
Partai semifinal nanti tentu menjadi seru karena pertemuan Maroko vs Perancis menyisakan sejarah di masa lalu, bukan untuk menghubung-hubungkan hanya saja ini menjadi momentum untuk mentadabburi sejarah di masa lalu khususnya sejarah Islam di bumi eropa.
Dan pada akhirnya, siapakah yang memenangkannya? Kita lihat saja nanti. []
Akhmad Suhrowardi
