Lateral Thinking sebagai Solusi Pemenangan Dakwah Kampus

Oleh Azi Wansaka

Menjadi seorang aktivis dakwah kampus bagi sebagaian orang adalah keniscayaan. Memilih menjadi bagian dari orang-orang yang memperjuangkan kebaikan dan bergerak dengan kepahaman. Namun, paham saja tidaklah cukup, seorang aktivis dakwah kampus atau ADK harus memiliki kemampuan yang memumpuni. Kemampuan untuk bersiadat dan berpikir strategi dalam setiap kegiatan. Meskipun dengan segala keterbatasan seorang ADK harus mampu memecahkan setiap personalan yang datang.

Tidak semua persoalan memang bisa menemukan solusi yang tepat dan cepat. Setiap solusi bahkan terkadang harus mendapatkan perhatian khusus agar bisa terselesaikan. Mengingat agenda perhelatan kampus merupakan agenda tahunan yang terjadi secara berulang-ulang. Tidak hanya berulang-ulang, melainkan juga terjadi dalam rentang waktu yang sempit. Sehingga, bagi sebagian orang sangat sulit menemukan solusi atas setiap permasalahan yang datang.

Namun, kita meyakini bahwa setiap permasalahan pasti ada solusi menyelesaikannya. Sehingga setiap permasalahan yang ada dalam kegiatan kampus pastilah memiliki solusi penyelesainnya tergantung dari bagaimana kita memandang solusinya. Namun, tidak setiap orang bisa melihat solusi dari permasalahan ini. Seseorang harus memiliki pandangan yang berbeda dibanding orang kebanyakan, sehingga solusi yang ditawarkan tidak selalu mirip dengan orang lainnya.

Cara berpikir inilah yang orang kenal dengan sebutan Lateral thinking atau kemampuan seseorang dalam memecahkan permasalahan yang kompleks dengan solusi yang kreatif. Istilah ini muncul tepat pada tahun 1967 yang dikenalkan oleh Edward de Bono. Jika pada umumnya orang memecahkan permasalahan berdasarkan penalaran logis maka dengan Lateral thinking kita dipaksa berpikiran sebaliknya. Orang yang memiliki pandangan Lateral thinking melakukannya dengan cara yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Menurut Edward de Bono, “You cannot dig a hole in a different place by digging the same hole deeper”, artinya “Kamu tak akan bisa menemukan lubang baru hanya dengan menggali lubang yang sama dengan lebih dalam”. Inilah yang dimaksud dengan Lateral thinking yaitu berpikir bahwa ada solusi lain dari permasalahan yang tidak mendapatkan jalan keluarnya. Kabar baiknya lagi Lateral thinking ini merupakan sesuatu hal yan bisa dipelajari oleh orang, sehingga ini bukanlah bakat bawaan yang hanya dimiliki satu orang.

Meskipun sesuatu yang bisa dipelajari, faktanya tidak semua orang bisa melakukan hal ini. Namun, kamu tidak perlu kahwatir untuk mempelajari Lateral thinking hanya butuh ketekunan dalam menyelesaikan tahapan-tahapannya. Hal yang bisa dilakukan pertama untuk menerapkan Lateral thinking adalah dengan membuat mind mapping. Langkah ini dilakukan untuk membuat gambaran visual dalam satu kertas, sehingga setiap bagian dapat tergambarkan secara jelas. Membuat gambaran visual ini sebenarnya dapat dilakukan dengan banyak cara, baik menuliskannya di atas kertas atau membuat gambaran di laptop atau computer.

Setelah membuat mind mapping , hal yang harus dilakukan adalah menanamkan pemikiran agar tidak membatasi diri dengan solusi yang ada. Apalagi mengingat Lateral thinking selalu datang dengan solusi yang tidak biasa. Sehingga untuk menemukan solusinya haruslah dilakukan dengan cara yang tidak biasa pula. Inilah yang diajarkan dalam teknik Lateral thinking, yaitu melihat permasalahan dengan sudut pandang yang berbeda.

Kamu bisa memulai hal ini dengan cara melakukan hal yang berbeda dengan biasanya. Jika biasanya kamu mengawali hari dengan membuat hp, maka coba mengawali hari dengan membuat opini 1 halaman folio tentang dakwah kampus. Tidak hanya itu, kamu juga bisa memulai hari dengan membaca buku atau menyimak berita di Koran atau tv. Inilah cara untuk melatih Lateral thinking dengan cara yang mudah dan bisa dilakukan oleh setiap orang.

Tidak hanya dengan melakukan hal yang berbeda, kamu juga bisa membaca dan menyimak kisah dari orang-orang terdahulu dan melihat peluang dari permasalahan yang ada. Cobalah untuk melihat solusi dari cara yang berbeda dibandingkan kebanyakan orang. Meskipun terdengan rumit, tapi hal ini tetap bisa dilakukan. Sebenarnya ada banyak manfaat ketika kita bisa menguasai Lateral thinking, salah satunya adalah mendorong kita untuk senantiasa berpikiran kreatif.

Berpikir kreatif artinya menemukan ide atau gagasan dengan cara yang lebih baik. Dengan berpikir kreatif kamu bisa melihat sesuatu berdasarkan perspektif yang berbeda. Perspektif inilah yang tidak bisa dilihat kebanyakan orang. Sehingga kamu bisa terlihat lebih unik dibandingkan kebanyakan orang. Tidak hanya keunikan, melainkan juga skill problem solving kamu juga akan meningkat, dibandingkan orang lain.

Lateral thingking juga melatih seseorang untuk terus belalajar mengenai hal-hal baru. Inilah hal yang bisa diambil ketika kamu melatih Iateral thinking. Seseorang yang menerapkan Lateral thinking akan dipaksa untuk terus belajar dan menemukan solusi yang berbeda. Meskipun, terlihat sulit, tetapi belajar terus menerus adalah hal yang baik, bagi setiap orang. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, semakin banyak celah kesusksesan yang akan diraih.

Lateral thinking tidak hanya bermanfaatk bagi diri sendiri, melainkan juga permasalahan yang orang hadapi. Salah satunya adalah ketika menghadapi momentum Pemilwa. seseorang akan dipaksa melihat solusi dari permasalahan Pemilwa dengan cara yang berbeda dibandingkan kebanyakan orang. Kita juga akan dipaksa untuk membuat promosi kampanye yang menarik dan mudah diingat. Sehingga menarik para calon yang akan memilih paslong yang diusung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *