Kenapa Oh Mengapa?

Pernahkah Anda merasa berjuang sendiri, tidak ada yang peduli? Merasa menjadi Si Penanggung beban yang paling berat?

Anda mungkin adalah seorang pemimpin di sebuah institusi, ketua di organisasi, atau sebagai seorang yang dituakan atau diandalkan di suatu tempat. Dari begitu banyak orang yang ada di sekitar Anda, mengapa Anda merasa menjadi orang yang demikian? “Kenapa harus saya yang seperti ini? Harus pontang panting ke sana ke mari. Berkorban waktu, tenaga, perasaan, dan yang lainnya?”.

Di posisi manapun Anda berada, jika Anda merasa menanggung beban yang sangat berat, percayalah, itu berarti Anda adalah orang yang peduli dengan institusi, organisasi, atau perkumpulan yang Anda ikuti.

Mengapa harus Anda? Bukan orang lain? Itu karena Allah memilih Anda. Allah ingin menguatkan hati dan pundak Anda. Anda bisa saja pergi, memilih mundur seperti orang lain. Namun, Allah ingin membuat Anda lebih bertanggung jawab. Allah ingin Anda tahu bagaimana rasanya sebuah perjuangan, pahitnya kesendirian, dan betapa berharganya uluran tangan. Sehingga saat teman Anda memerlukan bantuan, Anda akan menjadi orang yang sigap membantu. Allah memberikan kesempatan kepada Anda untuk lebih dulu berbuat baik dan menjadi lebih baik.

Allah bisa saja memilih orang lain. Bahkan orang lain bisa melakukan yang lebih baik berkali-kali lipat dari apa yang Anda lakukan. Namun sekali lagi, bukan mereka yang Allah pilih untuk melakukan tugas mulia itu. Anda adalah hamba pilihan Allah yang beruntung. Bukankah keberuntungan adalah sesuatu yang mahal? Orang pintar bisa kalah dari orang yang Bejo (beruntung).

Bahkan mungkin, bukan hanya Anda yang sebenarnya merasa berat, tapi ada orang lain yang juga merasakan hal yang sama dalam bidangnya. Karena setiap mausia memang unik. Terkadang orang-orang punya fokus pada hal yang menurutnya prioritas. Misalkan ada yang sangat mementingkan kebersihan, ada yang mementingkan administrasi, ada yang mementingkan komunikasi, ada yang menjunjung tinggi kejujuran dan kedisiplinan, dan lain sebagainya.

Jadi, gunakan kesempatan yang Anda miliki dengan sebaik-baiknya. Fokuslah terhadap apa yang bisa Anda kerjakan saat ini. Bekerjalah dengan penuh semangat dan dedikasi. Terlalu banyak mengeluh bukanlah hal yang bijak. Percayalah, bersama semua kesulitan yang Anda hadapi, Allah sudah menyiapkan begitu banyak kemudahan.

Fainna ma’al ‘usriyusraa, inna ma’al ‘usriyusraa.
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

D. Setiowati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *