Ekonomi dunia belum pulih pasca covid 19, kini seluruh dunia dikejutkan dengan perang rusia-ukraina. Alih-alih cuma konflik di wilayah eropa tetapi dampak ekonominya ke seluruh dunia. Kita bisa melihatnya dengan abruknya ekonomi dunia yang begitu cepat, krisis energi dan pangan, bahkan The Fed menaikan suku bukunya dengan sangat tinggi.
Upaya dari regulator untuk mengatasi krisis dan mencegah terjadinya kebangkrutan negara telah dilakukan, diantaranya BI menaikan suku bunganya untuk menjaga kestabilan daya beli, pemerintah juga memberikan subsidi pasca bbm naik. Namun, apakah itu semua cukup untuk menanggulangi masalah ekonomi negara?. Dalam hal kebijakan publik kita bisa serahkan ke pemerintah. Namun apa jadinya kalau pemerintah berbuat tapi rakyatnya tidak mengambil langkah. Bisa jadi segala kebijakan pemerintah tidak efektif. Maka yang terbaik adalah sama-sama mengambil langkah untuk bisa bertahan.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi situasi kedepan.
Pertama, kuatkan keimanan dan ketakwaan. Kita tahu bahwa segala kondisi yang ada saat ini baik itu buruk ataupun baik itu datangnya dari Allah swt. Maka dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan mudah-mudahan ujian ini bisa terlewati dan menjadikan kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dan tentu jangan sampai tergoda untuk mendapatkan harta dari jalan yang haram seperti berjudi:(togel, selot dan sejenisya), korupsi mencuri, mengambil hak orang lain, dsb.
Kedua, mulailah hidup sederhana. Sederhana disini bukan serba kekurangan, namun lebih mengedepankan kegunaan daripada mengikuti lifestyle yang menguras dompet. Ya itulah kenyataannya, gaya hidup glamour mungkin tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Sederhana dalam hidup mungkin salah satu kuncinya, kita melihatnya pada sosok baginda Nabi saw dan para sahabat. Ini bisa kita terapkan dikondisi apapun. Syukur-syukur bisa menjadi karakter dalam hidup.
Ketiga, penuhi kebutuhan hidup bukan keinginan hidup. Belilah sesuatu yang memang menjadi kebutuhan, jangan menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang kurang berguna. Apalagi hanya karena menuruti nafsu sesaat.
Keempat, sabar dan tawakal. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar”. Dalam menghadapi situasi seperti ini haruslah dengan sabar dan tawakal. Bagi yang sedang mencari kerja ataupun baru memulai bisnis mungkin ini adalah masa yang sulit, tapi yakinlah bahwa kesabaran bisa membawa kearah lebih baik. Dengan bersabar dan tawakal kita bisa berfikir dengan tenang untuk mendapat solusi dan tentunya mendapat pahala yang baik.
Kelima, mulai melihat potensi diri. Dengan kondisi semacam ini yang harus menuntut perubahan begitu cepat harusnya kita dapat berkaca kepada diri sendiri, “sesuatu apa yang tepat bagi kita untuk bisa dilakukan”. Dengan memahami potensi dalam diri, kita bisa meluruskan visi dan misi hidup, baik untuk mendapatkan keuntungan dunia maupun perbekalan akhirat. Kalau anda suka menulis maka menulislah, barangkali disitu jalan anda. Kalau anda suka berbisnis maka berbisnislah, bisa jadi justru itu yang mengantarkan kesukesan dunia akhirat.
Keenam. Jangan menyerah. “dibalik kesulitan pasti ada kemudahan”. Berapa banyak kesulitan yang anda atau saya alami selama ini, nyatanya kita tetap baik-baik saja sampai saat ini. Itu artinya kesulitan-kesulitan yang ada di depan baik sekarang atau nanti itu juga pasti akan terlewati. Jadi jangan menyerah dan tetap semangat.
Hal kecil bila dilakukan secara masif mungkin bisa membuat dampak yang begitu besar. Tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari banyaknya ahli yang telah memaparkan pikirannya untuk menghadapi situasi ketidakpastian yang akan datang. Meskipun hanya sedikit, mudah-mudahan bisa bermanfaat. []
Akhmad Suhrowardi
