Celeron yang Melegenda

Entah kapan itu, di beranda Facebook muncul iklan Advan mengeluarkan laptop canggihnya dengan harga fantastis murah jika dibandingkan dengan perangkat yang sejenis. Bisa 360 derajat, layar sentuh, ada stylus, SSD, core i-3 (kalau tak salah), RAM juga besar, dan segudang spek canggih lainnya.

Hari ini, muncul lagi iklan Advan laptop dengan spesifikasi Ryzen. Spesifikasinya luar biasa untuk ukuran harga segitu jika dibandingkan dengan perangkat lain yang sejenis. Meski harga murah jika dibanding perangkat lain, tapi bagi saya masih tetap mahal. Tentu saja karena tidak ada uangnya (hehe).

Tapi bukan soal itu saya membuat catatan ini. Tulisan ini diketik di laptop yang telah berusia. Diketik dengan laptop bekas. Mencari di Ramai Mall bersama Ali, salah satu pendiri Gaza. Cari yang paling murah, namun masih bisa dipakai untuk mendesain (karena saya mahasiswa Seni Rupa kala itu).

Hanya dengan harga 1,5 juta (di tahun 2016, kalau tak salah), laptop yang kini sudah mulai pretel menjadi alat canggih untuk menelurkan karya. Sampai tahun 2023, sudah lebih dari 80 buku telah terbit dari perangkat ini. Prosesornya hanya Celeron, RAM-nya hanya 2GB.

Bukan hanya soal ketik-mengetik, namun semua prosesi pra cetak sudah dilakukan oleh laptop yang baterainya hanya jadi formalitas belaka. Dari mulai menulis, mengedit, melayout, mendesain ilustrasi, hingga mendesain sampul. Memang, saya agak kewalahan ketika harus membuka Corel Draw atau Photoshop. Membuka aplikasi pun harus satu-satu jika aplikasi yang akan dibuka tergolong berat. Kalau lebih dari satu, bisa auto black screen.

Entahlah, apa pun masalahnya, perangkat ini tetap melegenda bagi saya. Kurang belasan buku lagi, akan mencapai angka 100.

Terkadang, kita selaku manusia terlalu menyalahkan perangkat atau alat. Jika belum punya alat yang dibutuhkan (dalam konteks apa saja), kita tidak berani maju. Kita ingin ada semua dulu, baru maju. Padahal tak selamanya dan tak semuanya begitu. Ada saatnya kita harus jalan dulu. Ada saatnya alat-alat tersebut didapatkan sembari jalan.

Laptop ini telah mengajarkan satu prinsip berharga dalam hidup. Saya yakin kalian punya kenangan lebih menarik dari apa yang diceritakan oleh tulisan ini. []

Viki Adi N

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *