Keindahan dan segala pernak-pernik dunia memang sangatlah indah. Begitu menawan bagi siapa saja yang memandangnya. Tahta, wanita, harta, keturunan dan sebagainya. Merupakan kenikmatan dunia yang sangat menggoda. Setiap jiwa manusia pasti terbuai ingin menikmatinya. Namun, yang melenakan itu ternyata hanya bersifat sementara. Seperti dalam firmannya:
يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ ۖوَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ
“Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.”(QS. Al-Ghaafir: 39).
Kenikmatan dunia memang melenakan. Cukuplah firman Allah SWT, diatas menjadi pengingat bagi kita. Bagi muslim yang beriman, mereka akan biasa saja jika tak mendapatkan dunia. Karena dunia bukan tujuan mereka. Dunia hanya wasilah dalam meraih kenikmatan akhirat. Namun, bagi mereka yang orientasinya adalah kenikmatan dunia maka dia merasa seperti akan mati jika tak mendapatkan dunia.
Alangkah banyak manusia yang meninggalkan perintah tuhannya demi meraih secuil kenikmatan dunia. Bekerja keras mengumpulkan harta hingga kewajiban sholat pun ia tinggalkan.
Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها
“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.”(Imam Al-Bukhari no. 1465 dan Imam Muslim no. 1052).
Rasulullah SAW., menyampaikan kekhawatirannya seperti sudah mengetahui bahwa hal itu akan benar-benar terjadi pada umatnya. Ingatkah kita dengan kisah Qorun dan Fir’aun? Bukankah mereka memiliki segalanya. Namun bagaimana kesudahan mereka? Qorun ditelan bumi beserta harta dunia yang ia banggakan. Fir’aun meninggalkan tahta yang ia agung-agung kan dengan cara yg begitu tragis. Cukuplah itu menjadi pelajaran bagi kita. Bahwa kesenangan dunia hanya sementara. Dunia ibarat setangkai bunga yg layu setelah dipetik. Beruntung bagi mereka yang dikaruniai Allah kenikmatan dunia, kemudian ia gunakan untuk meraih kepentingan akhirat.
Krui, 29 Agustus 2021
Mega Muslimah
