Pemimpin yang Bijak dalam Membimbing Anggota

Pemimpin yang Bijak dalam Membimbing Anggota

No body is perfect. Pepatah lama yang sudah tersebar di masyarakat. Pada kenyataannya, memang tidak ada satu orang pun yang sempurna di dunia ini, termasuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW. selaku manusia paling sempurna pun pernah melakukan kesalahan.

Semua pemimpin membutuhkan member atau anggota yang kompeten untuk bisa mencapai tujuan kelompok. Namun, bagaimana cara mencapainya dengan keterbatasan yang dimiliki oleh anggota? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para leader untuk menyikapi ketidaksempurnaan member.

  1. Menyadari bahwa kita tidak akan pernah menemukan orang yang sempurna

Ada orang yang miskin, tapi diberi kecerdasan berlebih. Ada orang yang kaya, namun lambat dalam berhitung. Ada orang yang cerdas, namun kurang rajin dan cekatan. Ada orang yang cerdas dan cekatan namun sibuk memiliki banyak aktivitas. Ada orang yang banyak bicara tapi sedikit dan lambat dalam bekerja. Sebaliknya, ada orang yang tidak pandai bicara namun rajin dan cekatan dalam bekerja. Semua orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya maing-masing.

Kesempurnaan adalah milik Sang Pencipta, Rabb Semesta Alam. Kisah Fir’aun yang kaya raya, berkuasa, dan tidak pernah sakit dalam hidupnya kiranya cukup menggambarkan bagaimana jadinya jika semua manusia diciptakan sempurna. Tentu kesombongan adalah musuh utama kesempurnaan. Sementara Alloh Yang Maha Kuasa tidak akan Menerima kesombongan manusia. Tidak akan masuk syurga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan, meskipun seberat biji sawi. Maka dari itu, adanya ketidaksempurnaan justru merupakan sebuah kewajaran dan menjadi tanda bahwa manusia benar-benar seorang hamba, bukan Tuhan. Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin adalah menerima ketidaksempurnaan yang ada.

  1. Mengamati kelebihan yang dimiliki setiap individu

Setelah menyadari kekurangan individu, selanjutnya leader harus mengetahui kelebihan setiap anggotanya. Hal ini bisa didapat dari pengamatan langsung, dokumen tertulis berupa biodata anggota, media sosial, atau pun pengalaman anggota sebelumnya. Amati hal-hal yang kiranya bisa dilakukan oleh setiap anggota dengan baik. Pemimpin juga bisa menanyakan secara langsung apakah anggotanya bisa melakukan tugas tertentu atau tidak.

  1. Menempatkan setiap individu sesuai kelebihan masing-masing

Mengetahui kelebihan dan kekurangan anggota adalah tangga awal menempatkan individu sesuai kemampuan yang dimiliki. The Right Man on The Right Place. Begitu kiranya pepatah yang sesuai untuk memberikan tugas kepada setiap anggota dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Ibarat kata, tempatkan ikan di air dan biarkan burung terbang ke awan, karena ikan tidak akan pernah bisa terbang dan burung tidak akan pernah berenang.

  1. Membimbing setiap individu untuk menjadi lebih baik dengan menyampaikan ilmunya

Alih-alih membicarakan kesalahan atau kekurangan anggota, lebih baik seorang pemimpin memberikan koreksi dan saran kepada anggotanya agar menjadi lebih baik. Sampaikan ilmu yang perlu diketahui oleh anggota supaya mereka bisa berubah. Kesalahan anggota yang terus menerus justru bisa jadi merupakan kegagalan pemimpin dalam membimbing anggotanya. Jadi sebelum menghakimi anggota, coba koreksi diri apakah bimbingan atau arahan yang diberikan sudah maksimal, atau malah tidak pernah mengarahkan anggota namun berekspektasi tinggi para member bisa melaksanakan tugas dengan baik. Seringkali sebuah kesalahan datang dari ketidaktahuan, bukan ketidakmauan.

  1. Menyadari bahwa semua perlu proses

Telur – ulat – kepompong – kupu-kupu. Sungguh merupakan metamorfosis yang sempurna, ciptaan Yang Maha Sempurna, Rabb Semesta Alam. Bahkan seekor ulat pun perlu waktu yang tidak instan untuk menjadi kupu-kupu yang cantik. Jika kita melihat metamorfosis kucing yang berbentuk sama dari kecil hingga dewasa, itu berbeda cerita. Memang ada orang-orang dengan bakat tertentu yang sangat cepat beradaptasi dengan perubahan. Namun perlu diingat, metamorfosis kucing bukanlah metamorfosis yang sempurna. Artinya, jika ada member kita yang handal tanpa mendapat arahan dari kita, berarti sumbangsih yang kita berikan untuk membuat mereka lebih baik hanya sedikit.

  1. Mendoakan para anggota agar dimudahkan dalam melaksanakan tugas

Doa adalah senjata paling ampuh bagi seorang muslim. Doa itulah salah satu hal yang mencerminkan bahwa kita hanya menyandarkan harapan kepada Alloh Ta’ala, bukan kepada yang lain, bahkan kepada amal-amal kita sekali pun. Namun perlu diingat bahwa doa juga perlu disertai usaha supaya apa yang kita harapkan bisa tercapai.

  1. Bersabar dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa

Kembali ke proses, kita harus bersabar menunggu perubahan yang akan dilakukan oleh member, karena kita tidak sedang memasak mie instant. Selanjutnya, berserah diri kepada Yang Maha Kuasa adalah langkah terakhir saat menunggu perubahan itu terjadi. Jika anggota tetap tidak bisa maju dan berkembang, maka itu bukan lagi kesalahan kita sebagai pemimpin, namun salah satu cara Allah agar kita mendapat pahala dari ladang yang lain, yaitu bersabar menghadapi anggota yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu hari – yang entah kapan – seseorang bisa saja akan berubah menjadi lebih baik. Allahua’lam bisshowab.

Dewi Setyowati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *