Jalan Indah itu Bernama Dakwah

Dakwah berarti mengajak pada kebaikan, sekecil apapun. Tak pernah memaksakan kehendak. Sebaik-baik rangkaian kata adalah bersumber dari para dai. Ada hikmah nan indah sebagai perantara hidayah. Begitu besar keutamaan berdakwah. Pahala yang terus mengalir dan bahkan terus bertambah.

Jalan indah sangat panjang. Lebih panjang dari umur manusia. Maka perlu napas perjuangan yang panjang. Berjuang sekuat tenaga. Bersemangat dalam berkarya. Tak lupa merancang dan menumbuhkan tunas muda. Tunas baru yang lebih baik dari pendahulunya. Sebagai usaha menyambung napas perjuangan. Jika tiba saat Allah menghendaki berhenti, napas dakwah akan tetap terjaga.

Di jalan indah yang panjang, pastilah terbentang luas tantangan dan hambatan. Tak sedikit yang bertahan. Dan tak sedikit pula yang menghilang. Butuh daya tahan besar. Bukan fisik sekadarnya, melainkan hati dan akal yang kuat. Hati yang bersih dan sehat mengantar pada ketenangan diri. Ketenangan membawa diri pada ilmu yang manfaat full barakah. Terbentuklah diri yang kuat dan tangguh.

Jalan indah bernama dakwah memiliki tahapan yang lambat. Bukan semerta-merta kondisi berubah dengan selangkah. Butuh penyesuaian dan stategi yang pas. Perlu melihat kembali perjuangan para dai terdahulu. Memiliki kesabaran tanpa batas. Kesabaran menghadapi setiap kondisi dalam tahapan dakwah. Tak lengah, bahkan berniat menyerah.

Begitu tabiat dakwah. Jalan indah yang sangat panjang, banyak tantangan, dan memiliki tahapan lambat. Namun sangat besar keutamaannya. Maka mantapkan diri tetap di dalamnya.

Eni Astuti. Sukoharjo, 25 November 2021

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *