Nikmat hidayah sungguh sangat indah. Allah yang membolak-balik hati manusia. Hanya Allah yang mampu memberikan hidayah.
Hidayah datang dari arah mana saja. Datang bersama limpahan nikmat-Nya. Datang setelah mendengar keindahan firman-firman-Nya. Ada pula yang datang setelah kehilangan harta atau orang tercinta. Ada yang datang dengan cepat. Dan ada yang membutuhkan waktu yang begitu panjang.
Seperti seorang yang menggali berlian. Pukulan demi pukulan dilakukan supaya batu pecah dan berharap mendapat berlian. Dia bersabar atas luka yang dialami. Sampai pada pukulan ke-99 dia beristirahat karena lelah yang sangat. Pukulan dilanjutkan oleh orang lain. Satu kali pukulan batu pecah dan didapatkannya berlian.
Begitu perumpamaan datangnya hidayah pada manusia. Sama halnya dalam proses membina. Pasti dipertemukan dengan banyak karakter manusia. Ada yang taat lagi mudah diatur. Ada yang sering lalai lagi sulit diatur. Tugas seorang guru adalah menasehati anak didik. Istiqomah dan bersabar dalam menasehati. Karena tidak pernah tahu pada nasehat keberapa Allah berikan hidayah.
Sekali lagi, manusia hanya bisa mengusahakan datangnya hidayah Allah. Jangan berhenti menasehati kebaikan. Kalau bukan perantara kita hidayah itu datang, pasti Allah berikan perantara lain jika Dia menghendaki.
Eni Astuti. Sukoharjo, 3 September 2021
