Mendengar kata recehan, tentu akan terbesit dalam fikiran dengan sesuatu yang remeh-temeh. Misalkan uang recehan, maka yang terbayangkan ialah koin uang yang nilainya tidak seberapa. Begitu pula jokes recehan, berarti lawakannya biasa saja atau garing.
Motivasi seorang hamba ketika beribadah kepada Tuhannya tidak terlepas untuk mengharapkan sesuatu. Hamba yang ikhlas dalam pelaksanaan ibadahnya tentu berharap ridho-Nya agar mendapat surga. Motivasi duniawi kadangkala juga menghinggap kepada niat seorang hamba dalam ibadahnya agar terwujud atau tercapai cita-citanya.
Hal tersebut tentu boleh-boleh saja, karena Allah SWT memang mengiming-imingi hambanya dengan ganjaran baik di akhirat maupun di dunia agar hambanya semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah yang diperintahkan oleh-Nya.
Namun yang menjadi catatan ialah apabila niatan seorang hamba ketika melaksanakan ibadah ialah semata-mata karena ingin mendapat imbalan duniawi saja, misalkan melakukan sholat dhuha dengan motivasi hanya ingin mendapat harta, atau bersholawat atas nama nabi sambil mengelus-elus barang idaman agar mendapatkan barang yang serupa di kemudian hari.
Apabila motivasi niatan seorang hamba hanya sebatas itu tanpa sedikitpun berharap pahala yang didapatkan sebagai bekal di akhirat kelak, hal tersebut bisa disebut sebagai sesuatu yang receh. Karena apabila kita menengok kembali, imbalan sholat Dhuha ialah sangat banyak, diantaranya diampuni segala dosa, mendapat pahala haji jika sempurna, serta digolongkan menjadi orang yang beruntung. Serta sholawat nabi ialah bentuk cinta dan hormat kepada Rasulullah SAW serta keutamaan nya ialah disebutkan nama hamba tersebut oleh Allah kepada makhluk mulia yang ada disisiNya. Sahabat nabi dulu ketika melaksanakan ibadah, mereka berharap imbalan surga. Imbalan dunia mereka ingin tangguhkan supaya imbalan akhirat tidak berkurang sedikitpun.
Motivasi duniawi boleh saja kita dengungkan, namun perlu juga untuk kembali meluruskan niat dengan berharap semata-mata ridho Allah SWT dalam setiap amal ibadah yang dilakukan, agar kita mendapat untung di dunia serta beruntung ketika nyawa sudah tidak ada di fisiknya.
Wallahu a’lam bishowab.
Yogyakarta, 22 Agustus 2021
Usman Wahab
