Value

Banyak yang hidup tapi tidak mau berjuang. Banyak yang berjuang tapi usia kerjanya tak panjang. Banyak yang berjuang tapi berhenti di tengah jalan. Apa yang membedakan? Iya, value.

Ibarat akar sebuah pohon besar, value kerap tak terlihat kasatmata, namun kehadirannya menjadi penopang utama seorang pemimpin untuk terus tumbuh. Ia menjadi landasan bagi tugas-tugas besar kepemimpinan.

Rasulullah saw., juga diutus untuk sebuah value. Ujian demi ujian, timpukan thaif, tumpahan kotoran, cemoohan, dan caci maki, tak lagi jadi beban. Kapan pun, sesungguhnya Rasul bisa memilih untuk mundur, tapi value yang dia bawa justru menjadi bahan bakar yang melahirkan api semangat yang kian besar.

“Andai matahari di tangan kanan dan bulan di tangan kiri. Aku takkan mundur sampai Allah menangkan atau Aku gugur karenanya,” kata Nabi suatu ketika.

Maka, mari berlatih mentokan diri sampai batas kemampuan tertinggi. Hingga kita dapati pula pencapaian tertinggi. Masalah yang tidak membuat kita mati, pasti membuat kita jauh lebih kuat. Tentu, dengan selalu berpegang teguh dengan value yang kita yakini. []

Afif Nur Fauzan

Sumber Pustaka:
Tantyo, Dea. 2017. Leiden Is Lijden: Inspirasi Hidup, Perjuangan, Kepimpinan, dan Air Mata Keteladanan Founding Fathers. Jakarta: Alex Media Komputindo.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *