Seharian kita sibuk berbicara dengan banyak orang, kita sibuk melakukan urusan-urusan diluar diri kita. Kali ini, setelah bekerja saya sengaja berdiam diri di masjid sendirian setelah sholat Maghrib. Waktu sendirian ini adalah waktu yang sangat saya rindukan. Mengapa kesendirian menjadi penting?
Kebanyakan awam dari kita sering menganggap bahwa menyendiri adalah sikap yang memiliki stigma negatif. Bahwa dia tidak peduli dengan orang disekitarnya, dia sedang kabur dari realita atau bahkan dianggap sedang “sakit” jiwanya. Perlu saya sampaikan bahwa sendirian adalah hal yang berbeda dari rasa kesepian. Rasa kesepian ini perlu pembahasan khusus di lain kesempatan.
Setiap orang butuh waktu-waktu seperti ini. Waktu sendirian. Karena dalam kesendirian itulah sebenarnya mau tidak mau dia hanya akan melihat kedalam dirinya sendiri. Kemudian akan timbul pertanyaan-pertanyaan mendalam yang sebelumnya mungkin belum pernah ia pikirkan.
“Saya ini siapa?
Darimana dan akan kemana saya melangkah?”
Ini adalah cara untuk terkoneksi kepada diri sendiri, dengan tujuan lebih besarnya yaitu mengenali diri sendiri. Mengenali diri sendiri ini sangat dianjurkan dalam islam. Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.” Diperlukan bagi manusia untuk berkomunikasi pada dirinya sendiri sebagai proses pengenalan terhadap diri.
Kesendirian adalah waktu jeda bagi setiap orang untuk memikirkan ulang dan menilai sudah sejauh mana langkah kita, apa saja kesalahan yang sebelumnya bisa kita diperbaiki dan apa saja yang belum dilakukan. Ini waktu terbaik untuk memancing kita melakukan refleksi, menemukan ide, membuat perencanaan atau hanya sekedar ingin memikirkan apapun yang terlintas dipikiran.
Misalnya, bahwa saya membutuhkan ketenangan ini, saat ini juga, adalah apa yang saya dengar dari keinginan terdalam saya saat ini. Bahwa saya butuh menulis dalam kesendirian untuk dapat mengartikulasikan isi hati saya.
Namun menyendiri tentu saja bukan hanya satu-satunya cara dalam mengenali diri sendiri. Kita butuh ilmu dan nasihat orang lain sebagai orang yang menilai kita dari luaran. Bisa jadi orang lain dapat melihat dari sudut pandang lain yang lebih tepat dari yang selama ini kita pikirkan. Serta dibutuhkan pengamalan yang berkesuaian dengan ilmu yang kita miliki. Sehingga tujuan dari pengenalan diri menjadi utuh dari ilmu hingga praktiknya.
Jadi, sudahkah kamu berhenti sejenak hari ini dari kesibukan dunia untuk mendengar isi hati terdalammu sendiri?
Auliyan Nisaa
